BERAMAL LEWAT TULISAN

Monday, 28 December 2020

TRAVELING DI MASA PANDEMI

Masa Pandemi Covid-19 di Indonesia hampir setahun lamanya dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Hari demi hari orang yang terinfeksi angkanya terus naik, meskipun kepanikan warga mulai berkurang dibandingkan dengan awal merebaknya virus ini. Semua tanpa terkecuali menjadi sasaran virus ini, apalagi yang lengah menjaga kesehatan dan pola hidupnya. Saat ini mau tidak mau semua orang harus mengikuti dan menyesuaikan diri berupaya agar terhindar Covid dengan menerapkan Protokol Kesehatan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun).

Hadirnya pandemi ini membuat pergerakan travelers jadi sangat terbatas, ga bisa kemana-mana. Jangankan ke destinasi internasional, ke tujuan lokal saja juga susah. Negara lain masih banyak yang menutup diri untuk orang asing yang mau berkunjung ke negaranya. Indonesian adalah salah satu dari sekian banyak negara yang sulit masuk ke negara lain, karena angka yang terinfeksi di dalam negeri masih tinggi. Kalau pun bisa masuk tapi banyak persyaratannya seperti mau dikarantina selama 14 hari dengan biaya sendiri dan harus melakukan Rapid Test/PCR sebelum berangkat. Otomatis biaya traveling jadi mahal. Komponen transportasi juga lebih mahal karena seat armada tidak boleh diisi penuh. Alhasil kursi kosong sedikit banyak harus dipikul oleh penumpang yang bepergian.

Sejatinya traveling itu sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Efek traveling sangat luar biasa yang mampu menggerakan sektor transportasi, akomodasi, kuliner dan oleh-oleh sehingga roda ekonomi bisa berputar terus.

Situasi seperti ini kita belum tau kapan akan berakhir. Ikut menyesuaikan diri dengan kehidupan baru adalah jalan yang terbaik. Masing² hendaknya menjaga diri secara maksimal agar tidak terinfeksi, sambil berusaha mengisi peluang usaha sebisa mungkin. Selebihnya dari itu adalah takdir dan serahkan saja pada Yang Maha Kuasa.

Sekarang ini, orang berduit pun ikut susah, usahanya tersendat, geraknya terbatas dan jenuh lama tinggal di rumah. Apalagi orang yang ekonominya sangat terbatas bahkan kekurangan, pastinya bakal terus menderita dan menangis.

Oleh sebab itu meski memiliki hobi traveling, kita harus tetap saling menghormati karena keadaan setiap orang perekonomiannya tidak sama. Jangan memaksakan diri traveling di masa-masa seperti ini. Tahan dulu dan bersabar. Menentukan prioritas beraktivitas is the best choice, mana yang harus didahulukan. Bagi yang rizkinya sedang berlebih, ada baiknya sering membantu orang yang hidupnya pas-pas an.

Hobi traveling untuk sementara bisa diganti dengan berbagai alternatif agar hati tetap bahagia. Masih banyak jalan menuju ke Roma yang penting goalnya tetap sama yakni bisa menambah wawasan, banyak teman, hidup lebih mandiri, hati bahagia, sehat dan iman tambah tebal kalau Allah itu Maha Besar dengan segala ciptaanNYA.

Salah satu alternatifnya adalah melakukan perjalanan yang lokalan aja, biar lebih cinta tanah air. Seperti touring dengan motor, mobil atau bersepeda. Tapi sebelumnya harus memilih ke zona yang resikonya rendah. Sebab traveling itu tidak mesti harus ke luar negeri. Jadi usahakan tetap enjoy aja.

Semoga masa-masa sulit seperti ini segera berakhir. Allah menciptakan keadaan ini pasti ada maksud dan hikmahnya buat kita. Mari banyak berdoa agar kita selamat semua, pandemi cepat berakhir dan tetap bisa bersama keluarga, teman dan sahabat. Aamiin.



Copyright@by RUSDI ZULKARNAIN
email : alsatopass@gmail.com