BERAMAL LEWAT TULISAN

Wednesday, 13 March 2019

AYEM TENTREM DI KULON PROGO


Tidak ada salahnya mengunjungi pedesaan seperti ke Wates, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Kulon Progo berasal dari kata KULON yang berarti barat, dan PROGO diambil dari nama Sungai Progo. 

Kabupaten ini merupakan salah satu dari empat kabupaten di bawah pemerintahan DIY bersama Sleman, Bantul dan Gunung Kidul. Sedangkan Wates adalah ibukota Kabupaten Kulon Progo.


W A T E S

Di tengah Kota Wates terdapat monumen seorang wanita berkuda. Itu adalah Patung Nyi Ageng Serang duduk di atas seekor kuda membawa tombak. Sejarahnya beliau dikenal sebagai tokoh/pahlawan nasional yang membantu perang Diponegoro di kawasan perbukitan Menoreh Kulonprogo. Inilah salah satu landmark atau ikon Kulon Progo.

Masyarakatnya mayoritas sebagai petani, pedagang, pekerja formal dan non formal. Ayem dan tenang, begitulah suasana kehidupan di kabupaten ini.



Kota Wates berada di jalur utama lalu lintas antara Yogya dan Kebumen. Begitu pula dengan Stasiun Kereta Apinya dilewati jalur rel utama antara Yogya dan Kebumen.

Di masa mendatang, Kulon Progo bakalan ramai. Sebab saat ini sedang berjalan pembangunan New Yogyakarta International Airport sebagai pengganti Bandara Adi Sutjipto.

Menuju ke Wates cukup dengan uang 10 ribu pakai bus kecil dari Terminal Giwangan, Yogyakarta. Atau pakai kereta api Prameks juga bisa. Dalam satu jam sudah tiba di Wates. Karena dari Yogya jaraknya cuma 30 km.

Stasiun Kereta Api Wates yang mungil merupakan jalur kereta utama di bagian selatan Jawa. Semua kereta lewat stasiun kecil ini. Meski tidak semua kereta berhenti di sini. Dari stasiun ini bisa naik/turun antara lain KA Prameks, KA Joglosemarkerto, KA Lodaya, KA Bogowonto, KA Fajar Utama dan KA Pasundan.


KULINER dan MENGINAP

Untuk bermalam di Wates banyak pilihannya, ingin homestay, losmen atau pun hotel. Yang dekat dengan Terminal Bus/Masjid Agung ada Hotel King rate nya mulai 250 - 500 ribu. Atau Wisma Kusuma di dekat lingkar pasar, rate nya 150 - 350 ribu rupiah.

Begitu juga untuk kulinerannya, semuanya tersedia di sini. Mulai makanan tradisional sampai yang modern juga ada. Sebut saja misalnya gudeg kendil, sate gulai, ayam/ikan bakar atau soto.

Sekitar pukul 10 pagi aku sarapan soto ayam di depotnya Pak Budi di muka Wisma Kusuma. Minumannya segelas teh hangat tanpa gula. Tambahannya dua perkedel kentang. Untuk sarapan pagi ini hanya 11 ribu rupiah.

Pak Budi bilang, "Pak tinggal dan usaha di sini aja. Banyak yang berhasi lho. Dan Bapak pasti betah tinggal di Kulon Progo. Banyak perantau yang hidup berusaha di sini. Kalau pas lebaran di sini justru sepi. Perantaunya banyak yang pulang kampung." Begitulah cerita Pak Budi yang kudengarkan sambil menyantap soto racikannya.


WISATA KE KALIBIRU

Tak lama berselang, aku order ojek online (ojol) menuju Tempat Wisata Kalibiru. Ongkosnya 24K. Drivernya Pak Winarno yang kutanya di tengah jalan ternyata belum pernah ke sana.

Dari kota menuju Kalibiru jaraknya sekitar 7 kilometer, melewati Waduk Sermo. Menuju kemari kendaraan harus prima dan dipastikan yang bisa menanjak. Sebab jalannya menanjak tajam disertai belokan yang menantang.


"Wah Pak... kalau saya tau begini, saya nggak bakalan mau ke sini. Ga pa pa lah sekali ini aja sekalian mau tau tempat wisatanya." Kata Pak Winarno. Benar saja pas menemui tanjakan tajam motornya ga kuat naik. Aku terpaksa turun dan jalan kaki sambil membawa tas punggung yang lumayan berat. Aku jalan menanjak sampai menemukan jalan yang sedikit datar. Ter-engah² juga ... tapi ga pa pa hitung² olah raga keluarkan keringat yang sudah terlanjur membasahi tubuhku.

Tenang aja... Bapak harus tau tempat ini. Masak tinggal di Wates tapi belum pernah nginjak tempat ini ? Aku aja datang jauh² hanya untuk menikmati pemandangannya.
"Oke ... Oke... setuju." Pak Winarno mengiyakan ucapanku.


Masuk ke kawasan Waduk Sermo per orang bayar tiket 6 ribu. Sedangkan Pak Winarno karena pakai jaket ojol bebas masuk. Untuk ke kawasan Kalibiru per orang bayar lagi 10 ribu dan parkirnya 2 ribu. Pak Winarno kubayari biar sama² bisa menikmati suasana ketinggian Kalibiru. Kami pun saling membantu untuk mengabadikan keindahan Kalibiru dengan kamera henpon masing².

Wow indahnya.... Waduk Sermo tampak jelas dari atas. Alhamdulillah cuacanya cerah. Di sini banyak wahana untuk outbond yang taripnya berbeda-beda. Homestay, warung makan dan jasa jeep untuk yang nggak kuat jalan mendaki tersedia di sini.


Tampak di kejauhan terhampar Bukit Menoreh. Dari Kalibiru bisa langsung ke Yogya. Jaraknya lebih kurang 40 kilometer saja. Mau santai² dulu di tengah jalan yang membelah hutan juga bisa. Atau duduk² di pinggiran Waduk Sermo sambil makan dan minum juga bisa. Jadi mau ngapain aja terserah kita.

Kasihan Pak Winarno harus lanjut cari rizki melalui ojol-nya. Kami kembali ke Wates menuruni jalan terjal yang perlu ekstra hati². Nggak perlu order lagi untuk turunnya. Langsung aja bayar sekalian pergi pulang dan kutambah sedikit biar sama² senang.


Pak Win bilang terima kasih padaku. Akh ... justru saya yang harus bilang terima kasih pada Bapak. Senyum bahagia sambil bersalaman menutup perjumpaanku dengan Pak Win.

Sebetulnya ada beberapa spot wisata di Kulon Progo sebagai berikut :

01. Pantai Glagah
02. Jembatan api² hutan mangrove
03. Bendungan Sermo
04. Air terjun Kedung Pedut
05. Goa Kiskendo
06. Curug Kembang Soka

Ketika bus kecil 'Menoreh' muncul aku langsung menyetopnya menuju Yogya dan balik ke homebase Malang.



Copyright© by RUSDI ZULKARNAIN
email :  alsatopass@gmail.com