BERAMAL LEWAT TULISAN

Tuesday, 23 November 2021

MENJELAJAHI RUTE MALANG - TUBAN DI USIA KE-60

Dari Malang ke Tuban melalui jalur Surabaya - Gresik - Lamongan - Tuban itu sudah biasa sering dilakukan banyak orang karena transportasi umum yang lewat sini sangat cukup.

Aku bersama istri mencoba dari Malang ke Tuban melalui jalur lain yakni Malang - Batu - Kandangan - Jombang - Babat - Tuban. Inipun kujalani hanya pakai sepeda motor bebek 110 cc aja. Perjalanannya santai tidak terburu² dan hanya dua kali menginap, yakni di tengah perjalanan dan di tujuan akhir.


Pertama, dari Kota Malang menuju Jombang melewati Kota Batu, Pujon, Kandangan dan Diwek Jombang. Perjalanan santai pada rute ini kutempuh kurang dari tiga jam. Kami menginap di Hotel Hidayah di daerah yang ramai di Cukir, Diwek Jombang. Hotel ini berada persis di depan Ponpes Tebu Ireng dimana makam Hasyim Asyari dan mantan Presiden RI Gus Dur ada di dalam Ponpes ini.



Hotelnya rekomendit karena bersih, pelayanannya bagus, ada sarapan, parkir luas dan strategis. Harganya pun masih terjangkau antara 200 - 300 Ribu. Untuk kulinerannya tinggal pilih banyak sekali tersebar di sekitar sini dengan harga yang ekonomis. Dari hotel ini kalau ingin berziarah ke makam Gus Dur tinggal nyeberang jalan, masuk kesini syaratnya harus sudah vaksin lengkap dan jaga protokol kesehatan.

Di sepanjang jalur Malang - Jombang banyak sekali spot wisata yang tidak cukup dieksplor dalam sehari. Untuk menempuh jalur ini tersedia bus umum satu²nya yakni Bus Bagong jurusan Malang Jombang.


Kedua, Jombang - Babat. Setelah check out pada tengah hari esoknya, aku siap menempuh jalur tersebut. Semula aku mengira jalur ini sepi. Ternyata dugaanku salah, jalur Jombang - Babat lalu lintasnya ramai juga. Yang penting jangan melintasi daerah ini pada malam hari karena pasti sepi. Truk, kendaraan pribadi atau bus charter banyak yang lewat sini. Aku selesaikan jalur ini sekitar tiga jam an.

Melewati desa² di beberapa kecamatan menuju Babat sangat mengasyikan. Spot pemandangannya juga bagus terutama pas memasuki hutan jati di kawasan Gunung Pegat. Jalannya berkelok² naik turun, indah dan sejuk. Jika mau istirahat sambil ngopi² di beberapa kedai hutan jati ini juga bisa.


Setelah Kabupaten Jombang maka mulai memasuki perbatasan Kabupaten Lamongan. Selama melewati jalur Jombang - Babat hambatannya ada di sekitar jembatan yang melintasi Sungai Bengawan Solo. Di situ sedang ada pembuatan jembatan besar dan pelebaran jalan baru. Sedangkan ketika memasuki Kota Babat mulai terjadi kepadatan lalu lintas yang didominasi campuran kendaraan truk besar, bus dan kendaraan pribadi. Memang pusat Kota Babat selalu krodit pada siang hari, dari sini bisa ke Bojonegoro, Tuban, Lamongan terus ke Gresik lantas Surabaya.

Babat adalah kota kecil dekat Sungai Bengawan Solo. Lokasinya strategis karena berada di persimpangan dan lokasinya termasuk di jalur Pantura. Kami istirahat sejenak di sini sambil menikmati kuliner 'Sate Gule H. Sofyan' yang sudah terkenal sejak lama di kota ini.


Ketiga, adalah rute terakhir yang harus kami lalui yakni Babat - Tuban sepanjang 30 an kilometer. Tidak terlalu lama waktu yang diperlukan untuk sampai di Tuban. Kami memasuki kota ini sewaktu Maghrib. Kuputuskan, menginap di Tuban daripada di Babat, sebab di Tuban lebih banyak pilihan.


Seperti Malang - Jombang, untuk ruas Jombang - Tuban via Babat juga tersedia bus umum. Ya, hanya ada Bus Bagong yang merupakan armada umum satu²nya yang melayani rute tersebut. Di Tuban aku memilih Gang Guesthouse yang memiliki dua jalan masuk. Kami lebih sering keluar masuk dari Jalan Pramuka. Hotel ini worth it untuk disinggahi meski masih minim tamu karena pandemi. Punya fasilitas lengkap termasuk ada kolam renang, mushala, lobby luas dan resto yang apik. Letaknya sangat strategis di tengah kota seperti Polres, RSUD, Bank/ATM, Bawaslu Tuban juga dekat sini. Harganya terjangkau, jauh lebih murah jika booking nya via online.

Yang paling mengesankan stay di hotel ini adalah banyak PKL Kuliner dan warung menu masakan tradisional. Menikmati kulineran seperti ini tentu lebih terasa taste aslinya dan harganya juga ekonomis. Jika ingin menikmati sensasi kuliner yang lain, bisa memilih cafe² yang banyak tersebar di dalam Kota. Dari sini menuju Pantai Tuban di jalur Pantura tidak begitu jauh. Sedangkan spot wisata yang lain adalah Pantai Cemara, Pantai Kelapa, Goa Akbar dan Goa Maharani.



Hanya dua malam kami stay di Tuban selanjutnya harus kembali ke Malang melewati jalur yang sama. Kami mencoba melaju langsung tanpa menginap namun tetap beberapa istirahat. Berangkat tengah hari dan tiba di Malang setelah Maghrib.

Sebagai catatan penting perjalanan Babat - Tuban (pp), berkendara harus ekstra hati² karena banyak melintas truk besar. Dan yang terakhir jangan lupa bawa oleh², jika anda suka legen dan buah siwalan bisa dibeli di sepanjang jalan pinggiran Kota Tuban. Sedangkan di Babat jangan lupa beli 'Wingko Babat' jajanan tradisional dari tepung beras yang rasanya manis dan digosongkan pada bagian luarnya.


Copyright@by RUSDI ZULKARNAIN

email : alsatopass@gmail.com