BERAMAL LEWAT TULISAN

Sabtu, 05 Februari 2011

TERPAKSA DIAM MEMBISU di BEIJING (China - 4)










PAGI PERTAMA DI BEIJING

Jam 5 pagi aku sudah bangun, mulai bekerja merebus air buat secangkir kopi, menanak nasi kemudian sarapan dengan telur asin, abon dan bumbu pecel. Hheem Nikmatnya …
Aktivitas hari ini adalah tour ke Great Wall dan Ming Tomb. Tepat waktu sesuai janjinya 07:30, guide datang menjemput kami untuk segera berangkat. Ternyata, pesertanya cuma tiga orang, seorang lady asal Vietnam yang lahir di Holland namun tinggal di Paris, aku dan anakku. Guide memperkenalkan diri dan kami pun begitu. Dia mulai bercerita tentang China secara umum, Beijing dan tentang obyek wisata yang akan kami kunjungi. Itu memang pekerjaannya sehari-hari memberi informasi kepada tamunya supaya puas.


MING TOMB


Pukul 7.30 pagi di Beijing masih kelihatan gelap dan jalanan masih lengang namun dinginnya tetep dingin -4° C. Tempat yang disinggahi pertama adalah Ming Tomb tempat di mana para Kaisar China dimakamkan. Areanya luas, masing-masing dibatasi oleh Gerbang berlapis.

Ming Tomb mula dibangun sekitar 6 abad lalu dan saat ini ditetapkan sebagai World Herritage oleh UNESCO. Karena masih winter, banyak pepohonan yang gundul tanpa daun dan udara dinginmya yang menusuk-nusuk. Karena masih pagi, pintu-pintu sekitar Ming Tomb baru dibuka ketika kami datang. Ming Tomb Indah, Feng Shui-nya menurut mereka pasti, namun suasananya masih sepi senyap karena kami datang kepagian.


BEDALING GREAT WALL


Lokasi selanjutnya adalah Great Wall, lokasi yang paling dekat dengan Beijing yakni Bedaling. Karena ikut paket tour, semua tiketnya sudah dibayarin oleh Guide jadi tinggal masuk aja termasuk breakfast dan lunch. Dari kejauhan bentangan tembok china sudah tampak, terbentang kokoh dari kiri ke kanan dan arsitekturnya naik turun menyesuaikan lekuk permukaan bukit.

Masuk area parkir dan serahkan tiket kami mulai menapaki permukaan salah satu bangunan yang termasuk 7 wonders of the world. Lagi-lagi aku tak bosan bilang kata dingin dan dingin tangan terasa membeku walaupun sudah pakai sarung tangan kulit, dingin merasuk dari celah-celah yang dia pasti tau bagaimana cara masuknya. Setiap hembusan nafas mengepul seperti asap rokok Haaahh … ada asap keluar dari mulutku. Hanya karena takjub dengan Great Wall, semangat masih ada untuk menyelesaikan sisa perjalanan yang naik turun di tengah udara yang dingin.

Semakin siang semakin banyak pengunjung berdatangan, perorangan maupun group. Tampak para anak pelajar China berduyun-duyun menyaksikan maha karya nenek moyangnya dari dinasty yang satu ke dinasty yang lain dan dibuat lebih dari seribu tahun lamanya. Mereka begitu bersemangat, bernyanyi nyanyi dan diselingi dengan teriakan kekompakan group mereka. It’s great … great …


SILK FACTORY and LUNCH


Sudah capek keliling Great Wall, sekarang mau lunch dulu di McD,  kami pilih burger fillet fish, French fries dan Coke, semoga halal. Lumayan perut udah di ganjel selanjutnya tinggal nyebrang jalan melihat-lihat pembuatan sutera tradisional. Disambut oleh guide silk factory dan memulai beri informasi proses pembuatan kerajinan sutera seperti blanket, busana dan lainnya. Sebelum beranjak dari tempat ini, kami masuk ke silk store yang menjual berbagai produk dari benang sutera. Disini ada beberapa foto kepala negara yang memakai produk sutera ketika ada APEC di Beijing.


DR. TEA 


Di sebelah silk factory ada tea factory, tepatnya di jalan No. 1 Min Zu Yuan road Chao Yang District Beijing, senada dengan proses pembuatan kain sutera di sini kami disambut dan didemokan proses pembuatan teh. Pemandu menjelaskan asal muasal teh, jenis-jenis teh, tradisi minum teh masyarakat China, khasiat minum teh, cara penyajian, cara minum dan mencicipi langsung sajian white tea, golden green tea, slimming tea (wild puer tea), oriental beauty (the king of Oolong tea), jasmine tea, litchi tea (black tea) dan ginseng Oolong tea. Sebagai oleh-oleh kami beli ‘pie pie boy’ dari tanah liat dan poci porselen yang bisa berubah gambarnya ketika diberi air panas.


JADE FACTORY


Dalam paket tour ini juga termasuk mengunjungi Jade Factory, pusat kerajinan batu alam seperti giok, marmer dan lainnya. Di sini, kami bisa menyaksikan langsung pembuatan batu hiasan yang diukir berliku-liku memakai mata bor secara detail. Hiasan ini diantaranya berbentuk seperti gelang, kalung giok dan hiasan raksasa untuk interior atau eksterior rumah. Harganya mulai dari puluhan ribu sampai ratusan juta rupiah.


HEALTH MASSAGE


Sebagai penutup paket tour ini adalah foot massage yang ada di sekitar Olympic Sport Center. Petugas meyediakan air panas dalam baskom yang dicampur ramuan teh tradisional. Menjelang air agak dingin, kaki dimasukkan ke dalam baskom lalu petugas mulai memijat kaki para tamu. Kemudian dia panggil ahli massage yang katanya sudah termasyur seantero China. Dia memeriksa menekan-nekan telapak tangan dan jemariku, kemudian dia bikin resep untuk beli ramuannya berupa kapsul yang dijual disitu. Karena harganya jutaaan dan nggak ngerti maksudnya, aku hanya bilang, "Next time, I will buy it".


BACK TO HOSTEL


Merasa dah cukup mengawali hari pertama di Beijing, aku balik ke hotel sambil bilang Xie Xie kepada guide.

Sejak pertama menginjakkan kaki di bumi China aku sangat terbatas berkomunikasi dengan orang-orang di sana karena kebanyakan mereka hanya mengerti bahasa China dan sangat sedikit sekali yang mengerti bahasa Inggris. Meski begitu, aku berusaha keras mewujudkan segala keinginanku dengan berbagai cara pake bahasa isyarat, sedikit bahasa China, dengan tulisan atau gambar, yang penting kedua belah pihak bisa mengerti maksudnya walaupun kenyataannya menikmati Beijing dengan diam terpaksa membisu.

Catatan :

Setiap kali dibawa ke tempat pembuatan handicraft dan lainnya, kami selalu disambut ramah oleh guide di situ, diberi informasi singkat tentang produknya dan akhirnya dirayu untuk membeli produk mereka. Kami santai aja, ini semua terserah kami, kalau mau beli ya kami beli, kalau tidak beli nggak apa-apa tapi kami selalu beri tolakan dengan cara yang sangat sopan. Mereka pasti menghargai alasan kami. Harga souvenir di tempat ini biasanya cukup mahal.

Rupanya, aku cukup sensitif dengan hawa dingin, berbeda dengan puteraku, dia cukup kuat dengan udara dingin. Lain kali kalau ke Beijing, kami akan pilih waktunya selain winter. Sepertinya lebih baik memilih pada musim panas atau musim semi.

Traveling di musim dingin banyak mengeluarkan tenaga ekstra, membawa pakaian khusus dingin yang tebal sehingga menambah banyak bagasi. Kami senantiasa menjaga kondisi tubuh agar selalu fit. Bye... Bye...




Copyright© by RUSDI ZULKARNAIN 


2 komentar:

ficuz mengatakan...

halo pak, sy ada rencana bpk sy ke beijing. sm nih... bpk dan anak yg gemar traveling... hehe
saya mau tanya berapa harga tour great wall ya pak? apakah lebih baik tanpa tour atau dengan tour. mengingat ala backpacker pastinya sy menghindari yg mahal mahal nih... hehe ... thanks ya pak atas jawabannya...

Salam Jalan Jalan

Ficz

seratusnegara mengatakan...

Hai ficus,

wah senang sy tau anda dan ortu mau ke beijing. Menurut sy khusus ke great wall lbh baik ikut tour (hotel melayani booking macam2 tour). Harganya bervariasi tergantung paketnya. Sblmnya bisa bandingkan lbh dulu harganya, banyak brosur menawarkan tujuan great wall. Enjoy your trip.

cheers