BERAMAL LEWAT TULISAN

Rabu, 09 November 2011

HONG KONG BERMANDIKAN CAHAYA

INCREDIBLE HONG KONG




NAIK STAR FERRY YUK …

Pagi pagi aku dah bangun, sekitar pukul 7.30 keluar hostel. Jalanan masih sepi, toko-toko masih tutup baru ada beberapa toko yang mulai buka seperti toko minuman buah segar dan toko kue di Haiphong road. Seperti biasa beli segelas orange juice dan menikmatinya sambil berjalan menuju Pelabuhan Star Ferry. Rutenya keluar Chungking Mansion jalan ke kanan sampai lampu merah kemudian menyebrang, itu adalah Haiphong road. Untuk ke Pelabuhan Star Ferry berjalan lurus aja sampai mentok kemudian terus ke kiri sampai mentok juga, itu adalah Pelabuhan Star Ferry yang berdekatan dengan Terminal Bus.



Dari pelabuhan Star Ferry ini kita bisa menyebrang ke pier Wan Chai atau pier Central di Hong Kong Island ‘HK’. Harga tiketnya pada hari kerja hanya 2,5 HKD (hari libur 3 HKD) bisa bayar pakai token atau octopus, lama menyebrang hanya 10 menitan. Masuk ke Pelabuhan Star Ferry Tsim Tsa Tsui ‘TST’ jalannya ada dua yang ke kiri untuk ferry menuju Wan Chai dan yang ke kanan ferry menuju Central. Pelayanan Star Ferry seakan tak pernah berhenti membawa penumpang dari HK ke TST atau sebaliknya.


Berangkat di pagi hari penumpangnya masih sepi tapi kalau pada jam-jam sibuk orang berangkat atau pulang kantor situasinya sangat padat. Ferry berangkat tidak menunggu penumpang, kalau semua penumpang sudah masuk maka tali kapal segera dilepas dan ferrypun langsung berangkat. Star Ferry mempunyai dua deck, atas dan bawah. Kapasitas penumpang di deck atas sampai 300 orang.


MENGUNJUNGI MASJID AMMAR AND OSMAN RAMJU SADICK DI WAN CHAI

Begitu sampai di Wan Chai suasananya sama masih sepi namun sudah ada beberapa orang berangkat kerja. Keluar dari pelabuhan Wan Chai aku ambil jalan ke kanan menuju Hong Kong Convention and Exhibition Center, dari situ menyusuri Flemming road untuk mengunjungi Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Wan Chai. Santai menyusuri dan menikmati jalanan di Wan Chai, itung-itung olah raga sambil melihat lalu lalangnya tram yang menggemeskan, ternyata masih ada moda seperti itu di jaman semodern ini.



Berjalan sekitar 30 menitan dari pier Wan Chai sambil beberapa kali melihat peta sampailah aku di Masjid Ammar yang merupakan Islamic Center di Oi Kwan road no. 40 itu. Bangunan berlantai 4 termasuk masjid yang besar di HK selain Masjid Kowloon, Jamiah Masjid dan Chai Wan Masjid. Di dalamnya ada tempat shalat khusus pria dan wanita, ada lobby, ruang kantor, dapur dan ada restoran di lantai paling atas. Sebenarnya ada lift untuk menuju setiap lantai namun saat ini lift-nya masih rusak.


Restoran di lantai paling atas setiap hari menjual makanan halal untuk ummat Muslim, waktunya di atas pukul 10 pagi. Restoran dan dapurnya cukup besar terdiri dari beberapa meja, peralatannya juga lengkap. Berbagai menu masakan di restoran ini dimasak oleh para juru masak (koki) yang terdiri dari kaum lelaki.

Puas melihat Wan Chai, kembali ke TST lewat jalan pintas yakni melewati beberapa jembatan penyebrangan yang terintegrasi dengan jalan untuk pejalan kaki di sekitar gedung bertingkat. Berjalan lurus tanpa terputus akhirnya sampai di depan pintu masuk pier Wan Chai. Tepat di depan pier Wan Chai terdapat terminal bus yang melayani route dalam HK Island.


HARI INI PINDAH HOSTEL

Kembali ke TST dengan Star Ferry dan memilih jalan lain menuju Mirador. Waktu check out hostel adalah pukul 12 siang, semua sudah siap untuk pindah hostel dari Mirador ke Chungking Mansion. Menyerahkan kunci kamar dan uang deposit kuncipun dikembalikan petugas hostel (100 HKD).

Sambil membawa bag pack ada saja orang yang menawarkan kamar kepadaku, aku bilang sudah ada kamar di Apple. Menuju ke lantai 10 dan menunjukkan kwitansi booking yang kemarin, semua oke dan kamar siap ditempati. Appel Hostel mempunyai petugas orang Filipina yang ramah, dia siap membantu apa saja buat tamunya. Semua tamu dibuat mudah dan dia tidak pernah mempersulit tamunya.



Kalau berminat menuju China daratan, ada travel di sebelah hostel ini yang bisa mengurus visa China selesai dalam 5 jam (1 hari), biayanya hanya 500 HKD. Padahal kalau bikin visa di Kedutaan China Jakarta atau Surabaya biasanya memakan waktu sampai seminggu biayanya juga hampir sama.

Untuk menuju Apple Hostel yang ada di lantai 10 bisa menggunakan lift sebelah kiri (lantai genap), kalau lantai ganjil pakai lift yang sebelah kanan. Masuk ke dalam lift harus antri dan diatur oleh seorang petugas khusus di lantai bawah. Petugas selalu memonitor kejadian yang ada di dalam lift karena dilengkapi kamera CCTV.

Setelah istirahat sejenak, lanjutkan dengan makan siang di resto India dengan pilihan nasi putih + mutton + sayur kentang & labu aku hanya minta 25 HKD. Oke no problem bro ... katanya.


MELIHAT HK DARI ATAS ‘THE PEAK’

Kembali ke Pelabuhan Star Ferry, tapi kali ini bukan ke Wan Chai tapi ke pier Central. Aku mau ke Peak salah satu tempat tertinggi di HK, menuju kesana bisa pakai tram (since 1888) atau bus. Ferry mulai berjalan dari TST menuju Central, kapalnya tidak berjendela jadi terbuka sehingga memudahkanku mengabadikan beberapa obyek yang ada di pinggiran HK dan Kowloon.


Keluar dari pier Central tujuan kita mau kemana, ikuti aja semua petunjuknya yang jelas dan sangat informatip. Tanpa perlu tanya-tanya asal teliti pasti tidak akan salah jalan. Sampailah aku di terminal bus Central dan memilih bus no 15 (bertingkat) menuju The Peak, aku naik yang di atas, ongkosnya 9,8 HKD bayar pakai octopus.

Perjalanannya ke Peak cukup lancar dan pemandangan dari atas bus sangat indah, tidak sampai 30 menit akupun tiba di Peak terminal. Cukup berjalan sedikit keluar terminal aku sudah sampai ke obyek utama The Peak yang terdiri dari pelataran yang luas, restoran, café, resto dalam trem, terrace the peak tower, galleria, tram terminus, shoping mal, patung lilin Madame Tussaud dan art shop (pernak pernik souvenir).



Kalau langit bersih tidak berkabut , bisa melihat pemandangan HK dari atas, gedung-gedung pencakar langit, pelabuhan atau lalu lalangnya kapal laut. Pemandangan lebih jelas dilihat menggunakan teropong yang tersedia disitu. Namun kalau cuaca berkabut semua kelihatannya putih. Pada musim dingin di Peak harus pakai mantel yang tebal supaya nggak menggigil kedinginan.

Turun pakai escalator ke lantai bawah menuju museum patung lilin madame tussaud, tiket masuknya 160 HKD itu belum termasuk biaya foto-foto bersama patung yang ditentukan museum. Misalnya berfoto dengan Jacky Chan (100 HKD) dan Barack Obama harus bayar 100 HKD. Masuk ke dalam museum ini Idealnya berdua karena di dalam kita bisa foto bergantian. Kebetulan kesini aku datang sendiri, pastilah di dalam akan merepotkan orang lain. Tapi ada keyakinan kalau orang baik pasti banyak yang nolong (maaf Ge-er).




Mengamati lebih detail setiap patung lilin dan bagaimanan cara membuatnya sangat mengasyikan. Disini terdapat patung para tokoh politik China dan dunia, ilmuwan, artis HK dan artis dunia, atlet China dan atlet dunia, semua orang terkenal. Kemudian minta tolong difotoin (maaf nyusahin) dan akhirnya ketemu pasangan suami isteri dari tanah air. Dimulai say hallo kemudian sepakat jalan bareng, alhamdulillah masalah foto memfoto bisa diatasi. Menjelajahi The Peak aku sudahi sampai disini dan kembali bersama kenalan baru menuju Central dengan bus no 15 lagi (karena tram antri). Kemudian menyebrang ke TST dengan Star Ferry. Karena malam itu sudah pukul 19 lebih, Pelabuhan Star Ferry dipenuhi orang yang mau kembali ke HK. Antriannya panjang sampai halaman terminal bus. Mengantar teman sampai Avenue of Stars ‘AoS’ kemudian dekat situ kita berpisah, bye … bye … friends.


@DISNEYLAND HK

Bangun pagi dan berolahraga sejenak jalan kaki menuju AoS ambil jalan yang berbeda dengan hari sebelumnya. View HK di lihat dari AoS di pagi hari lebih jelas, semuanya kelihatan, berbeda dengan malam hari semua gedung yang ada di seberang sana menyala BERMANDIKAN CAHAYA.



Untuk menuju Pelabuhan Star Ferry dari AoS cukup jalan kaki menyusuri pinggir kanal. Aku akan ke Central lagi naik MTR ke Disneyland. Jalan menuju MTR cukup jauh melewati subway yang panjang dan berliku. Untuk ke Disneyland aku ambil MTR jurusan Tung Chung dan turun di Sunny Bay.

Tiba di Sunny Bay pindah MTR menuju Disneyland dengan rangkaian MTR yang unik, jendelanya berbentuk kepala mickey. Ke Station Disneyland tidaklah lama, stationnya sangat unik dan cantik membuat anganku melayang ke alam mimpi.

Ke areal Disney dimulai masuk gerbang Welcome Disneyland HK, jalannya yang lebar sampai bundaran kolam air mancur yang dihiasi miniatur ikan paus dan miniatur tokoh Disney.




Sampailah ke tempat pembelian tiket, harganya lumayan mahal sampai 300 HKD (hari biasa harganya beda dengan hari libur). Di dalam sini kita akan dimanjakan bersama puluhan wahana yang mengasyikan, mendebarkan dan menyeramkan. Semua ada disini. Jam operasi Disneyland HK mulai pagi sampai pukul 9 malam, namun kalau mau menginap di resort Disney juga bisa. Terserah andalah ...


@NGONG PING 360 CABLE CAR

Dari Disneyland dilanjutkan ke Ngong Ping naik cable car melihat patung giant budha. Arahnya dari Station MTR Disney menuju Sunny Bay kemudian transfer ke Station Tung Chung.

Dari Sunny Bay menuju Tung Chung, MTR melewati pinggir pantai yang indah dihiasi juga dengan bebatuan yang natural. Setibanya di Tung, stationnya di kelilingi mal yang menjual berbagai barang branded dengan harga miring.



Tanpa berlama-lama di area Tung, aku bergegas ke Station Cable Car yang ada di ketinggian sana menggunakan escalator yang panjang. Antrian panjang tak dapat dihindari untuk membeli tiket naik cable car, harga tiketnya macam-macam tergantung paketnya. Harga terendah return 115 HKD, aku ambil paket harga 176 HKD dengan rincian naik cable car standar (return), menonton story Siddhartha Gautama dan ke theatre monkeys tale.

Setelah antri mendapatkan tiket masuk (simpan tiket untuk masuk pintu bersensor), saatnya antri naik cable car. Cable car kapasitasnya untuk 8 orang, dikelilingi dinding kaca 360° sehingga dapat melihat view dari segala arah. Dari Tung Chung Cable Car Terminal ke Ngong Ping Village ditempuh dalam 25 menit.

Sesaat duduk di dalam cable car, ada juru foto yang membidik kita dengan kameranya. Sampai di Ngong Ping tanpa disangka sangka foto tadi sudah jadi dan siap diambil (ditebus) harganya 100 HKD. Cukup mahal, nggak diambil juga nggak apa apa.

Pengalaman yang tak terlupakan naik cable car selama 25 menit, melintasi beberapa bukit yang tinggi dan melayang di atas laut sangat indah namun meneganggkan. Dari ketinggian tampak jelas Hong Kong International Airport ‘HKIA’ dengan berbagai pesawat yang naik dan turun.

Kebetulan mulai dari antri tiket ke Ngong Ping sampai kembali ke Tung Chung aku selalu bersama pasangan tua dari Australia. Naik ke Giant Budha juga bersama-sama dan saat itu aku bilang anak tangganya ada 275 step. Kamu menghitungnya ? dia bilang good job.


Hari menjelang gelap saatnya kembali ke Tung Chung melintasi jalur yang sama. Kemudian kita berpisah di area mal Tung Chung. Dengan MTR menuju Lai King kemudian transfer ke jalur merah menuju TST, perjalanannya cukup lama karena banyak station yang disinggahi. Keluar di EXIT D1 dan tidak jauh dari situ sudah sampai di hostelku. Waktunya beristirahat ...


LADIES MARKET @MONGKOK

Sekitar pukul 7 malam kalelawar keluar dari sarangnya menuju Ladies Market. Berangkat dari station MTR TST ke Mongkok, keluar di EXIT D. Begitu keluar dari station sudah dijemput oleh keramaian Mongkok di malam hari. Kawasan yang ramai dan bermandikan cahaya selalu dipadati pengunjung, banyak atraksinya dan jangan lupa berani pakai jurus tawar yang rendah.



Segala macam kebutuhan ada disini, di jual di toko atau di KQ lima. Strategi menawar dan memilih barang yang baik sangat diperlukan di tempat ini . Kalau mempunyai uang yang cukup bisa memborong apa saja yang kita inginkan. Khusus untuk souvenir kalau males nawar di Mongkok, bisa beli di toko Elegant Dinasty Tang di Mirador Mansion, Nathan road.
Karena dah cukup malam, aku kembali dari Mongkok ke TST dan langsung masuk hostel.


copyright© by RUSDI ZULKARNAIN
email : alsatopass@gmail.com

Tidak ada komentar: