BERAMAL LEWAT TULISAN

Senin, 17 Juni 2013

BANYAK BUKU TRAVELING MALAH BIKIN PUSING ?


Bagi anda yang suka traveling dan membaca buku traveling sebagai andalan panduannya, itu sangat baik. Namun dengan banyaknya buku kisah / panduan traveling malah bikin pusing diri sendiri. Anda tidak mungkin membeli semuanya sebagai panduan perjalanan, jadi bagaimana agar tidak bingung ? ini jurus-jurusnya. 


MEMILIH BUKU

Kebanyakan buku traveling yang tersedia di rak toko buku itu berdasarkan pengalaman masing-masing penulisnya. Apalagi sekarang ini banyak buku traveling yang judulnya sangat memikat pembacanya. Misalnya ada buku yang berjudul 'Dengan 2 Juta bisa keliling Asia Tenggara'. Kalau kita kurang jeli dan hanya tertarik pada judulnya aja, bisa-bisa 'terjebak' untuk segera membelinya. Judulnya bisa saja sesuai dengan isinya, namun sebenarnya biaya segitu mungkin cuma ongkos pesawatnya aja, belum termasuk biaya yang lain. Bisa jadi seperti itu informasinya.

Pembuatan dan penjualan sebuah judul buku tidak terlepas dari unsur marketing agar laris manis. Ada buku traveling yang tipis, ada juga yang tebal. Ada yang berbahasa asing seperti Lonely Planet dan ada yang berbahasa Indonesia. Ada yang covernya deluxe, ada juga yang biasa-biasa aja. Begitu juga jenis kertas yang dipakainya, ada bermacam-macam. Pada dasarnya semua itu terserah pilihan anda.

Berikut ini adalah jurus-jurus memilih buku yang pas untuk anda miliki :

a.  Tentukan range harga yang akan dibeli.
b.  Baca lebih dulu resensinya.
c.  Pilih buku yang kontennya benar-benar sesuai kebutuhan anda.
d.  Bandingkan judul buku dengan isinya.
e.  Jangan bingung menghadapi puluhan judul yang menghadang anda.
f.   Pilih buku yang up to date, karena harga2 masih relatif tetap belum berubah.
g.  Pilih buku yang banyak data pendukungnya (peta, grafis perjalanan & foto).
h.  Walaupun isi buku kurang lengkap, tapi pastikan sudah terkandung inti-intinya.


KALAU GA PUNYA DUIT GIMANA ? 

Buku baik biasanya mahal. Lebih tebal dipastikan harganya lebih mahal. Kualitas dan ketebalan buku mempengaruhi harga. Apabila anda mempunyai budget yang terbatas tidak mengapa. Setelah anda mengikuti langkah-langkah di atas, selanjutnya tinggal menambah informasi dari browsing internet, sharing informasi dengan komunitas atau sekalian pinjam buku pada teman alias nggak perlu beli buku.



EMERGENCY ACTION

Kalau nggak mau beli buku nggak apa-apa. Cara lainnya adalah mengumpulkan bahan-bahan yang diambil dari internet lalu anda susun kisah orang lain dan data-data pendukungnya lalu anda jilid sendiri. Cara ini memerlukan kesabaran dan waktu ekstra.

Atau kalau sedikit nekat, langsung aja berangkat ke luar negeri misalnya. Di TKP baru mencari brosur, peta atau buku gratis panduan traveling di negara tersebut. Informasi macam begitu sangat banyak tersedia untuk kemudahan para pelancong.

Biasanya aku mengambil lebih brosur, peta dan buku panduan wisata ketika berada di negara lain. Hal itu aku maksudkan untuk kepentingan diri sendiri, disamping untuk siapa saja yang memerlukannya ketika di tanah air. 

Demikian jurus-jurus mencari buku traveling untuk membantu kelancaran perjalanan anda. Selamat mencoba.


Copyright© by RUSDI ZULKARNAIN 
email  : alsatopass@gmail.com

2 komentar:

Anonim mengatakan...

bener pak...pusing lihat buku2 travelling. Saya sendiri lebih suka browsing2 di internet sebelum pergi travelling ke suatu tempat. Makanya salah satunya ketemu blog Bapak :D

seratusnegara mengatakan...

Hhee ....