BERAMAL LEWAT TULISAN

Thursday, 11 April 2019

CILACAP dan NUSAKAMBANGAN YANG SERING DILEWATKAN



Mencuri kesempatan pas ada kepentingan di daerah sudah biasa kulakukan. Sebut saja misalnya, selepas silaturahim dengan keluarga di Tegal, aku sempatkan menjelajahi daerah² yang belum pernah kukunjungi.


Kali ini Cilacap dan Nusakambangan yang menjadi targetnya. Kota ini letaknya tidak begitu jauh. Hanya beberapa jam saja dari Tegal.


Akses menuju Cilacap bisa dilakukan dari Purwokerto - Aji Barang - Wangon - Cilacap. Atau dari Tegal - Aji Barang - Wangon - Cilacap. Dari Kroya/Maos juga bisa.


CILACAP dan NUSAKAMBANGAN

Ingat Cilacap pasti ingat Nusakambangan, sebuah pulau yang tertutup. Kalau jaman dulu dibilang 'pembuangan Napi kelas kakap'. Memang, di pulau ini terdapat lembaga pemasyarakatan Kelas I (LP) antara lain LP Permisan, LP Kembangkuning, LP Batu, dan LP Besi.

Penjara² tersebut memiliki tingkat keamanan yang super very high security. Daerahnya tertutup. Tidak sembarang orang bisa masuk ke kawasan ini. Harus punya ijin dan harus menggunakan ferry khusus milik LP.

Jauh di luar LP hutannya masih perawan dan ombak pantainya yang besar serta batu karangnya yang tajam menjadikan LP di Nusakambangan sangat terkenal terisolasi. Ombaknya besar karena berada di lautan lepas Samudera Indonesia.

Kabupaten ini ibukotanya Kota Cilacap yang mempunyai sejarah panjang. Bupatinya silih berganti sejak masa kolonial Belanda hingga kini.

Itulah sekilas tentang Cilacap. Selanjutnya tentang potensi ekonomi wilayah ini. Cilacap memiliki kilang minyak yang cukup besar. Hasilnya untuk memasok kebutuhan Bahan Bakar Minyak domestik.

Pertamina adalah pengelola kilang minyak tersebut. Yang mana tempat penyimpanan raksasanya terdapat di pesisir Teluk Penyu atau di sebelah Benteng Pendem. Banyak kapal tanker yang mondar mandir kesini untuk urusan bongkar muat minyak.



Penggerak ekonomi lainnya ada di sektor nelayan yang mencari ikan. Meski Pantai Cilacap memiliki ombak yang besar, tidak menjadi halangan bagi nelayan untuk bergelut mencari rizki.

Tidak mengherankan di pesisir Teluk Penyu banyak perahu nelayan yang ditambatkan selepas dipakai mengarungi lautan. Bedak² nelayan menjual ikan asin berbagai jenis ada di sepanjang Teluk Penyu ini.

Untuk para pelancong yang sedang menikmati indahnya Teluk Penyu tersedia restoran seafood, kuliner lokal atau kelapa muda.

Sektor yang lain adalah pertanian dan pariwisata. Salah satunya adalah Benteng Pendem peninggalan Belanda. Lokasinya di muka Teluk Penyu. Tempat wisata berikutnya berupa air terjun atau menyebrang ke Nusakambangan.


BENTENG PENDEM

Benteng ini dibangun pada tahun 1861 sebagai bekas markas pertahanan tentara Hindia Belanda yang cukup luas. Benteng Pendem sempat tertutup tanah pesisir pantai dan tidak terurus. Setelah ditemukan, benteng ini kemudian mulai digali pemerintah Cilacap di tahun 1986. Dan akhirnya benteng ini hingga kini dijadikan sebagai tempat wisata sejarah.


Cukup membayar tiket masuk 7.500 Rp, kita bisa menikmati sejarah Benteng Pendem. Dulu, benteng ini dipakai sebagai tempat pertahanan, penjara, barak, klinik, tempat eksekusi dan penyimpanan senjata. Hati² kalau masuk² ke dalam lorong yang gelap atau melewati tumpukan batu Benteng Pendem. Ada kalanya di situ ada cobranya, seperti yang pernah kualami waktu lalu.


Di dalam Benteng Pendem terdapat terowongan yang bisa tembus ke laut Teluk Penyu. Bangunannya masih kokoh dan cukup terpelihara baik. Terowongan ini akan digenangi air ketika laut pasang.


AKSES KE CILACAP
           
Menuju ke Cilacap, aku berangkat dari Tegal pake bus mini jurusan Purwokerto turun di pertigaan Ajibarang (AJB). Ongkosnya 40 ribuan, ditempuh dalam 3 jam. Sambil menunggu bus dari Purwokerto datang, aku sarapan nasi padang di Ajibarang. Selanjutnya dari AJB ke Cilacap lewat Wangon, ambil bus jurusan Purwokerto-Wangon-Cilacap. Ongkosnya 15 ribu dan memerlukan waktu sekitar 2 jam.


Turun di terminal lalu pake grab ke hotel. Karena lusa mau balik ke malang, aku langsung pesan Bus Handoyo. Tiketnya 115 ribu, berangkat pukul 13.30. Ingat lho di sekitar Terminal Cilacap merupakan 'zona merah' untuk Grab/Gojek. Penumpang ga bisa minta dijemput di situ.


Hawa panas kerap menyelimuti Kota Cilacap karena lokasinya dekat laut. Keramaian kotanya sedang² aja. Kulinerannya cukup lengkap. Apalagi pas malam minggu. Aneka kulineran hampir semua ada di alun² Cilacap yang ramai. Lokasinya bersebelahan dengan Masjid Agung.

Sambil menikmati kulineran di malam hari, aku menyaksikan air mancur berwarna-warni karena cahaya lampu. Tulisan besar CILACAP BERCAHAYA juga bisa dilihat di dekat sini.


CATATAN LAIN CILACAP

Kalau ingin melihat bangunan tempo doeloe, bisa ke Stasiun Kereta Api Cilacap. Bangunannya besar, parkirannya luas dan banyak pepohonan besar yang rindang. Dari/ke Stasiun KA Cilacap hanya bisa dari Purwokerto. Sedangkan untuk destinasi lainnya harus transit di Purwokerto atau Kroya.



Cilacap punya airport lho. Namanya Bandara Tunggul Wulung. Lokasi bandara terletak di Kecamatan Jeruk legi. Pesawat berbadan kecil kerap menyinggahi bandara ini. Destinasi yang rutin diterbangi dari bandara ini adalah ke Halim Perdana kusumah dan Ahmad Yani Semarang. Disamping untuk komersial, bandara ini sering juga untuk mengangkut kru Pertamina atau mengangkut Napi.

Soal menginap banyak pilihan. Misalnya Hotel Anggrek (di Jl. Anggrek), kamar termurah yang ditawarkan mulai 100 ribu. Jarak ke alun² sekitar 600 meter.


Hotel yang lebih atas adalah Hotel Dafam, rate nya sekitar 300 ribuan. Jarak ke alun² sedikit lebih dekat. Di seberang hotel ini ada kuliner lontong opor untuk sarapan pagi. Harganya sepiring 8 ribu plus minum teh. Siangnya menyantap nasi padang yang serba 10 ribu. Hotel yang lain dekat alun² juga ada.

Kalau mau sate gule, tongseng, nasi kapsah, kebuli atau olahan daging kambing bisa mampir ke Depot Tiga Saudara di Jl. S Parman. Sate atau tongsengnya maknyus banget. Sedangkan untuk menu bakar²an seafood tersedia di sepanjang jalan Teluk Penyu.


Mau mutar² Kota Cilacap cukup pakai moda ojek online. Ordernya simpel, ekonomis dan aksesnya cepat. Kendaraan di daerah ini plat nomornya 'R'. Sedangkan plat nomor yang lain kemungkinan besar adalah tamu yang sedang berkunjung ke Cilacap. Angkutan Kota yang lazim disebut angkot juga ada di kota ini.

Satu lagi destinasi wisata yang jangan lupa dilewatkan. Setelah menjelajah Benteng Pendem, makan minumnya tersedia di seberang jalan benteng ini. Rujak, teh kopi dan kelapa muda bisa dinikmati dengan harga terjangkau.

Duduk² santai di pesisir Teluk Penyu jangan takut kotor kena pasir, karena para pedagangnya menyediakan tikar. Di sini, sebotol air mineral tanggung dijual 5 ribu, rujak manis 10 ribu atau kelapa muda 12 ribu.



Habis santai² di Teluk Penyu aku segera ke Nusakambangan dengan perahu jukung. Kapasitas perahu bisa sampai 10 orang. Per orang ongkosnya bervariasi antara 20 - 35 ribu. Harga tergantung kepintaran tawar menawar dan tergantung banyaknya penumpang. Tentunya, makin banyak makin murah.

Menyebrangnya sekitar 15 menitan. Tujuannya adalah ke bagian Pulau Nusakambangan yang khusus untuk wisata. Sedangkan bagian pulau yang lain sangat terbatas dan tertutup untuk umum.

Kalau sudah selesai asik² di Nusakambangan, selanjutnya tinggal telepon nomor hp pemilik perahu. Dalam beberapa menit jemputan perahu sudah datang untuk kembali ke Teluk Penyu.



Di Nusakambangan pasirnya putih. Di sini ada benteng peninggalan Portugis yang tertutup oleh lebatnya hutan. Untuk kemari perlu sedikit treking menyusuri jalan hutan. Sisa² benteng masih lumayan bisa dilihat. Ada bekas meriam panjang dan barak² di dalam tanah yang berfungsi untuk memantau situasi pantai. Menuju ke atas, ada tangga di dalam benteng ini.


Bagi yang punya rasa takut yang tinggi, perlu ada teman yang menyertai. Rame² lebih baik. Sebab harus masuk lorong benteng yang gelap dan lembab. Disamping itu benteng ini diselimuti pepohonan hutan lebat yang cukup menyeramkan. Anda boleh coba...

Pada bagian lain aku treking melewati hutan hingga tiba di Pantai Tebeng. Di situ juga berpasir putih. Dan bisa memandang aktifitas Pelabuhan Tanjung Intan dari kejauhan. Kapal² yang merapat di sini adalah yang berukuran besar. Diantaranya kapal tanker.

Setelah puas menjelajahi Cilacap, saatnya untuk kembali pulang. Di Terminal Bus Cilacap banyak tersedia bus jarak dekat dan jauh. Jurusan Surabaya, Jakarta, Semarang atau Yogya tersedia lengkap di sini.

Kalau mau yang bus shuttle jurusan Cilacap - Yogya atau Cilacap - Semarang, bisa pakai Bus Efisiensi. Taripnya 70 ribu. Berapa pun penumpangnya, bus ini siap berangkat tiap jam.

Sampai jumpa di jelajah yang lain.



Copyright© by RUSDI ZULKARNAIN
email :  alsatopass@gmail.com

No comments: