BERAMAL LEWAT TULISAN

Tuesday, 30 June 2026

MENYUSURI KAMPUNG HERITAGE PENELEH, EPISENTRUM SEJARAH SURABAYA

Surabaya tidak hanya tentang pusat perbelanjaan modern. Di jantung kota ini, tersembunyi sebuah kawasan lawas bernama Kampung Heritage Peneleh. Destinasi ini merupakan salah satu wisata sejarah tertua dan paling ikonik di Kota Pahlawan, yang sering dijuluki sebagai tempat bermuaranya tiga zaman, era Majapahit, masa Kolonial Belanda dan era pergerakan kemerdekaan Indonesia. Menariknya, seluruh situs bersejarah di area ini bisa dijelajahi cukup dengan berjalan kaki (walking tour). Berikut adalah destinasi utama yang wajib dikunjungi :


Museum HOS Tjokroaminoto (Jl. Peneleh Gang VII), bekas rumah tinggal Sang Guru Bangsa. Rumah ini dahulu menjadi tempat indekos sekaligus ruang diskusi para tokoh pergerakan sewaktu muda, mulai dari Bung Karno, Musso, hingga Semaoen.



MUSEUM RUMAH LAHIR BUNG KARNO (Jl. Pandean IV). Rumah sederhana ini adalah tempat dilahirkannya Proklamator sekaligus Presiden pertama RI pada 6 Juni 1901. Di dalamnya tersimpan linimasa sejarah dan memorabilia masa kecil Sang Fajar.






LANGGAR DUKUR KAYU (Gang Lawang Seketeng IV) yakni mushala panggung kuno berbahan kayu yang dibangun sekitar tahun 1893. Tempat ini bernilai historis tinggi karena menjadi lokasi Bung Karno belajar mengaji semasa muda.



MAKAM BELANDA PENELEH (De Begraafplaats Peneleh) adalah lokasi pemakaman modern tertua di Surabaya yang dibangun kolonial Belanda pada tahun 1847. Kompleks pemakaman Kristen ini dipenuhi arsitektur gotik khas Eropa dan menjadi tempat peristirahatan pejabat tinggi Hindia Belanda.



​MASJID JAMI PENELEH (Jl. Peneleh Gang V) terdapat masjid tertua kedua di Surabaya yang didirikan oleh Sunan Ampel sekitar abad ke-15. Struktur atapnya masih ditopang oleh tiang kayu jati kuno dengan arsitektur Jawa klasik yang kuat.


SUMUR JOBONG (Jl. Pandean Gang I) adalah sumur purba berbahan terakota yang ditemukan warga pada 2018. Hasil uji arkeologis membuktikan sumur ini berasal dari abad ke-14 era Kerajaan Majapahit, sekaligus bukti bahwa Peneleh adalah salah satu permukiman tertua di Surabaya.

Kalau semuanya sudah dijelajahi, perlu kiranya menikmati kulineran asli Surabaya misalnya rujak cingur atau rujak manis yang ada di "Rujak Cingur Bu Nasir" pintu Gang Klampitan XII (Ahmad Jais) persis di bawah pohon rindang. Meski harganya di atas standar, namun porsi dan rasanya ga kaleng².


Untuk mengakses kawasan ini bisa dari beberapa tempat seperti ​dari Bandara Juanda, Terminal Bungurasih atau Stasiun Gubeng/Pasar Turi. Dari situ bisa langsung ke kawasan Peneleh. Untuk opsi hemat, gunakan Suroboyo Bus (Bus Merah) dengan tarif non-tunai Rp5.000 saja. Kawasan ini paling pas dinikmati dengan berjalan kaki menyusuri gang² kampung karena jarak antar-objek sangat berdekatan. Datanglah pada pagi atau sore hari untuk menghindari terik matahari Surabaya dan mendapatkan pencahayaan terbaik untuk berfoto. ​Jika anda sedang berada di Surabaya, jangan lewatkan kesempatan untuk mengeksplorasi sudut bersejarah yang sarat cerita ini.


I ❤️ Beautiful Indonesia 

Copyright@by RUSDI ZULKARNAIN

No comments: