BERAMAL LEWAT TULISAN

Senin, 04 Oktober 2010

ke Garut yuk . . . One Colourful of Indonesia











BAGAIMANA ke GARUT

Dari rumah ke Stasiun Kereta Api Malang kucoba dengan Angkot (Angkutan Kota) ABG ‘Arjosari Borobudur Gadang’ 2,500 rupiah. Tiket kereta dah kubeli sehari sebelumnya 150 ribu, lebih murah 100 ribu dibanding tarip lebaran. Kereta yang kupakai adalah KA MALABAR jurusan Malang – Bandung.

KA MALABAR jurusan Malang – Bandung mulai beroperasi maret 2010. KA ini mempunyai 10 rangkaian gerbong terdiri dari eksekutif, bisnis, ekonomi, gerbong restorasi dan gerbong barang plus loko. Dari Malang/Bandung berangkat pukul 15.30 WIB dan tiba pukul 08.30 WIB esok harinya. KA ini melewati jalur selatan jawa, mulai dari Malang, Blitar, Tulung Agung, Kediri, Kertosono, Madiun, Solo, Jogya, Kroya, Banjar, Tasikmalaya dan Bandung. KA Malabar berhenti di separuh perjalanan yaitu di Stasiun Yogjakarta, berhentinya agak lama dibanding dengan stasiun lain. Disini kita bisa beli makanan atau oleh-oleh 'Bakpia Pathuk' yang ditawarkan tanpa berteriak tapi dengan cara yang unik yakni menarik dan melepaskan karet gelang ke dus bakpia sehingga berbunyi 'tek .. tek .. tek ..'   


Suasana penumpang paska lebaran tidak begitu ramai sehingga disana sini masih terlihat bangku yang kosong. Kelas yang kuambil adalah bisnis, kelas itu dah cukup buat ukuranku, harga 150 ribu tidak mahal juga tidak murah jadi harganya pas sesuai isi kantong.



Dengan KA Malabar aku menuju Garut, lokasinya 2 jam perjalanan sebelum Bandung, jadi aku nggak perlu turun di Bandung. Aku turun di Stasiun Tasikmalaya jaraknya hampir sama dengan Bandung - Garut. Selain turun Tasikmalaya, bisa juga turun di Stasiun Leles (tapi kuatir KA nggak berhenti karena stasiun kecil) atau bisa turun di Stasiun Cicalengka.

Dari Stasiun Tasikmalaya aku naik ‘Angkot’ nomor 08 ke pangkalan/tempat ngetemnya mini bus jenis ELF jurusan Tasik – Garut, ongkosnya antara Rp. 2,000-Rp.5,000. Pakai minibus ELF ini ongkosnya 15 ribu tapi agak lama lho nunggu penumpangnya sampai penuh, sabar . . . sabar . . . Kalau dari terminal Singaparna lebih cepat karena dari sana banyak Bus atau kendaraan jenis lainnya menuju Garut, salah satu nama busnya adalah Sonny Prima



POTENSI WISATA @GARUT RESIDENCE


Sesampai di Garut (Terminal Guntur) kuteruskan perjalanan dengan ‘Angkot’ warna coklat susu menuju Cipanas ongkosnya 2,500. Disini kuambil satu room superior di Hotel Tirtagangga, ratenya 425 ribu nett dengan fasilitas toiletery, AC, TV, breakfast for 2 persons, traditional welcome drink dan aliran air panas alami ke dalam bathroom/kolam rendam. Tidak jauh dari hotel terdapat Pemandian dan Taman Rekreasi Air Panas Cipanas, di sekitarnya juga ada depot-depot jual makanan / minuman, cottage, motel dan hotel kelas melati sampai bintang banyak tersebar disini dengan rate 50 - 750 ribu.

Kalau kita datang langsung kesini, artinya belum booking kamar sebelumnya maka kita akan ditawari kamar oleh para brooker kamar. ‘Pak cari kamar ?’ katanya
Cipanas, 6 km dari kota Garut memang mempunyai daya tarik tersendiri, banyak pengunjung datang dari berbagai tempat dari Garut maupun luar Garut, hawanya dingin, kadang berkabut namun suasana ini bisa dihangatkan oleh potensi natural hot spring, yaitu air panas yang senantiasa mengalir dari Gunung Guntur. Di Cipanas banyak orang sengaja datang untuk sekedar mandi di taman rekreasi dengan air kolam yang hangat seperti di Ciater atau datang untuk meeting kantor / perusahaan sambil menginap beberapa hari.



Kabupaten Garut dikelilingi pegunungan, seperti Gunung Guntur, Gunung Cikuray dan Gunung Papandayan. Disamping Cipanas yang menjadi andalan wisata, potensi wisata lainnya adalah :



KERAJINAN KULIT


Sentra Kerajinan Kulit di Sukaregang (dari Terminal Guntur naik Angkot no. 01 warna hijau), kerajinan dari kulit domba, sapi atau kambing dibuat menjadi jaket, tas, sepatu dan aksesoris lainnya sudah terkenal di dalam negeri maupun mancanegara. O’ya ketika aku di Sukaregang perut dah nagih tuk diisi kebetulan di dekat situ ada resto ‘kukuruyuk’ yang menyediakan ikan bakar dan ayam kremes lengkap dengan sambal yang pas rasanya, harga cukupan dan silakan dicoba (aku dah 4x kesitu Hhe…)



ATRAKSI ADU DOMBA dan WAYANG GOLEK


Atraksi ketangkasan domba (adu domba) yang diselingi musik tradisional dan pencak silat. Hewan yang berasal dari para peternak domba ini mempunyai tanduk yang sangat indah melengkung dikiri dan kanan kepalanya seperti terompet gramophone. Apabila domba berhasil menang tentu saja hal ini menaikkan gengsi bagi si domba maupun si Empunya.


Wayang golek, sosok wayang yang diukir dari kayu menjadi tokoh wayang. Tokoh wayang golek ini ada yang ditampilkan untuk jenaka maupun tokoh wayang yang ditampilkan dalam suatu cerita resmi pewayangan seperti Ramayana dan lainnya. Pagelaran ini biasa ditampilkan dalam acara-acara untuk memeriahkan event pernikahan, sunatan dan pada event memperingati hari besar nasional.


CANDI HINDU CANGKUANG


16 km dari kota Garut.


NGAMPLANG


Resort wisata peninggalan Belanda, saat ini menjadi lapangan golf.


SITU CANGKUANG


Danau yang bisa dikelilingi oleh rakit dengan lokasi yang hijau dan terhampar sawah-sawah menuju jalan kesana.


PERKEBUNAN TEH dan CURUG


Terletak di pegunungan Papandayan, disini juga terdapat air terjun / curug Orok, sedangkan di dekat Cipanas Gunung Guntur terdapat Curug Citiis, kemudian ada Curug Cihangawar di kaki Gunung Cikuray, menuju kesana bisa naik Angkot no 06 dan Curug Neglasari di perkebunan Neglasari dengan panorama air terjun ber-terasering / bertingkat.


GUNUNG PAPANDAYAN dan KAWAH KAMOJANG


Berada sekitar 30 km dari kota Garut, gunung ini masih aktif dan mempunyai beberapa kawah yang bisa kita lihat dari dekat. Sedangkan Kawah Kamojang berada dekat perbatasan Garut dan Bandung, kawah ini dipakai sebagai pembangkit tenaga listrik.


LAUT LEPAS RANCABUAYA


Lokasinya cukup jauh dari Garut, berada di laut selatan yang berombak besar menyatu dengan Samudera Indonesia.
Disamping obyek-obyek wisata tersebut masih banyak tersedia tempat wisata lainnya seperti back to nature (tinggal / hidup di persawahan), outbound, arung jeram di sungai Cikandang atau sungai Cimanuk, Masjid Agung Garut, Sampireun dan juga ada kampung adat budaya seperti kampung Naga di Tasikmalaya.


KULINER GARUT


Kuliner di Garut pada umumnya hampir sama dengan daerah di Jawa barat lainnya namun ada yang terpopuler ‘dodol Garut’, kuliner lainnya bubur ayam, mie baso, Rengginang, Wajit, krupuk kulit, Siomay, ikan bakar dan lalapan.


HEADING to BANDUNG


Setelah puas menjelajahi Kabupaten Garut, aku menuju Bandung melalui Terminal bus Guntur pakai mini bus AC ‘Intan Raya’ ongkosnya 15 ribu. Menuju Bandung kutempuh dalam 2 jam melewati Leles, Nagrek, Cicalengka, Cileunyi, Ujung Berung dan terakhir di Terminal bus Cicaheum Bandung. Pilihan bus lainnya ‘Harum’ dan ‘Mios’.
Bye . . . Bye . . . Garut




copyright© by RUSDI ZULKARNAIN
email : alsatopass@gmail.com

1 komentar:

Agus Sudiana mengatakan...

mantap sekali pak...