BERAMAL LEWAT TULISAN

Selasa, 08 Februari 2011

SISI LAIN BEIJING (China - habis)










Tianamen, Forbidden City, Bekas Istana dan Kekaisaran China Masa Lampau

Tempat menginapku sangat strategis, kalau mau ke Tiananmen atau Forbidden City cukup jalan kaki aja dalam 15 menit sudah nyampe disitu. Kalau males jalan kaki biasa aku naik bus no. 2 atau no. 82 kemudian turun di Tiananmen East 100 meter dari pintu gerbang Tiananmen Tower. 


Tiap pagi kawasan Tiananmen Square sudah banyak dipadati pengunjung, tentara dan pasukan pengamanan juga mulai bertugas mengamankan mengatur para pelancong supaya lebih tertib.

Tampak dari kejauhan terlihat Tiananmen tower dengan foto mantan pemimpin China Mao Ze Dong. Masuk ke gerbang Tiananmen tower melewati jembatan diatas sungai kecil, barang bawaan wajib diperiksa melalui scanner detektor.

Berada dalam halaman pertama tampak beberapa pemandangan mencolok yaitu para pedagang yang berjalan menjajakan dagangannya atau berjualan di kiosnya masing-masing. Mereka menjual aneka souvenir,makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau, tawar menawar wajib dilakukan disini namun tawaran maksimum sampai 1/3 dari harga yang ditawarkan tidak seperti di Wangfujing night market bisa sampai 1/5nya.

Mulai dari luar sampai ke dalam, banyak guide perorangan menawarkan jasanya. Di bagian kiri halaman pertama terdapat loket tiket untuk masuk ke Tiananmen Tower (15 Yuan). Di Tiananmen tower bisa dilihat foto-foto sejarah kepemimpinan China, video peringatan hari besar China dan gift counter. Dari teras tower ini tampak Tiananmen Square, Monumen Perjuangan Rakyat China, Maoseleum Mao Ze Dong, Museum National dan lalu lalang kendaraan dari berbagai arah.

Pada halaman pertama ini juga bisa disaksikan parade militer pergantian petugas jaga berikut atraksinya. Kalau mau masuk ke Forbidden City harus beli tiket masuk yang ada di ujung kiri halaman pertama (40 Yuan). Kalau sudah beli tiket berarti kita sudah siap phisik menjelajahi kawasan yang sangat luas, berjalan dari gerbang satu ke gerbang lainnya dari halaman satu ke halaman lainnya seolah tidak pernah ada ujungnya. Pada bagian akhir kawasan ini terdapat taman yang indah terdiri dari pepohonan tua dan batu-batu besar, dari sini kita bisa langsung keluar namun kalau mau balik lagi ke depan saya sarankan jangan lewat jalan semula, cari suasana baru bisa lewat samping diantara dua tembok besar yang sangat panjang.



MAOSELEUM MAO ZE DONG

Setelah menyusuri jejak bekas istana dan kekaisaran China di Forbidden City, kini saatnya ke Maoseleum Mao Ze Dong lewat Tiananmen Square. Keluar dari Tiananmen tower menuju Maoseleum kita harus lewat underground, lewat sini barang harus discanner detektor, kemudian kita akan muncul di lapangan Tiananmen tepat di seberang jalan Tiananmen tower. Dari situ melewati monumen perjuangan rakyat China lalu ke Maoseleum Mao Ze Dong. Waktu kunjungan pukul 09:00 - 12:00, masuknya antri, tidak boleh bawa apa-apa, yang dilarang dibawa masuk diantaranya tas, kamera, hp berkamera, air kemasan dan korek api. Kalau sudah terlanjur bawa barang, titipin aja ke temanmu nanti masuknya gantian, sebaiknya begitu karena kalau ditolak masuk kita harus antri dari awal lagi.

Di dalam gedung yang sunyi senyap itu bisa disaksikan dengan jelas jenazah Mao Ze Dong yang tidur terbujur lurus diselimuti bendera kebangsaan China. Disini topi harus dilepas sebagai tanda penghormatan kepada beliau sebagai bekas pemimpin besar China.


Betapa ketatnya penjagaan di luar maupun di dalam Gedung Maoseleum. Itu baru menjaga jenazah Pemimpin Komunis China, bagaimana menjaga pemimpin yang masih hidup ? Pasti lebih super ketat.

 

BEIJING ZOO

Dari Maoseleum kita teruskan perjalanan ke Beijing Zoo (Kebun Binatang Beijing), masuk ke stasiun subway Tiananmen East, beli tiket 2 Yuan. Masuk ke subway Line 1 kemudian turun di stasiun Xidan untuk transfer ke Line 4 menuju Beijing Zoo.

Tidak jauh dari eskalator keluar stasiun sudah terlihat pintu gerbang Kebun Binatang Beijing. Beli tiket masuk + panda house (15 Yuan), tarip ini berlaku untuk Nov s/d Maret. Pertama masuk ke panda house, di dalamnya ada panda raksasa (Giant Panda), dia tinggal di kandang taman terbuka. Kemudian ke museum panda dan panda shop, disini ada informasi perkembangan panda mulai lahir sampai besar, ada panda yang diawetkan dan ada aneka souvenir yang bernuansa panda. Pada bagian akhir kunjungan ke Panda House dilanjutkan berkeliling dari kandang yang satu ke kandang lainnya melihat beragam satwa.
Sebagai perbandingan, Kebun Binatang Ragunan dan Secret Zoo Batu Malang kelihatannya lebih oke dibanding dengan Beijing Zoo.



MASJID NIUJIE

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, hal inilah yang menyemangatiku menjejakkan kaki di negeri tirai bambu.
Dari halte Tiananmen naik bus no. 10 ke kawasan muslim di Niujie. Di kawasan ini terdapat Grand Mosque Beijing, supermarket muslim dan restoran muslim. Masuklah ke Masjid niujie yang berarsitek China Arab dengan kubah yang amat kecil dibanding dengan kubah mushala yang terkecil sekalipun di Indonesia. Masjid Niujie tidak tampak jelas dari luar karena sengaja dihalangi tembok di depannya. Masjid ini awalnya dibangun oleh Dinasti Liao pada abad ke-10 Masehi. Di dalam masjid terdapat tiang-tiang, ukiran dan kaligrafi perpaduan China Arab. Disisi kiri dan kanan dalam masjid ada sederetan meja kursi untuk membaca Al-Quran atau untuk jamaah shalat dengan cara duduk.

Di kompleks masjid tersedia pos penjaga, toilet, tempat wudhu, asrama imam / takmir, dapur dan ruang untuk belajar baca Al-Quran.
Di sekitar masjid ada supermarket yang menjual berbagai kebutuhan, bahan makanan mentah maupun makanan jadi. Ada toko penjual daging yang bisa diiris-iris atau dipotong dengan mesin menjadi bagian yang lebih kecil, ada juga beberapa restoran muslim yang tentu sajiannya halal.

Jangan lupa sisihkan sebagian harta kita untuk didonasikan ke Masjid Niujie ini sehingga syiar Islam di negeri China semakin berkembang.


MOTEL 168 TIANJIN

Sebelum kembali ke tanah air kita bisa menyusuri kota Tianjin, kota yang banyak memiliki bangunan berarsitektur Eropa. Dari Beijing South dengan bullet train CRH ditempuh hanya 30 menit dengan jarak kedua kota sekitar 120 km.

Dari kota Tianjin bisa ke pelabuhan Tanggu, dari sini bisa naik ferry ke Korea Selatan (Incheon) dengan waktu tempuh mungkin seharian. Apabila anda merasa ragu kuatir terlambat kembali ke KL dari Binhai Airport, bermalam di Tianjin menjadi pilihan yang terbaik sambil mengetahui lebih jauh kota ini.

Di Tianjin ada penginapan yang strategis didekat sebelah selatan railway station Tianjin, kalau dari Beijing South berjalanlah ke bagian atas stasiun atau ruang tunggu pemberangkatan kemudian keluar ke bagian selatan. Berjalan 150 meter ke kiri ada Motel 168, alamatnya di Hua Long Road Junction 
http://www.motel168.com/, hotelnya oke banget bersih dan lengkap untuk berdua per malam 198 Yuan dan ada juga harga di bawahnya 168 Yuan atau pilih paket 09:00 – 17:00 taripnya hanya 88 Yuan. Sebagai view hotel adalah lalu lalangnya bullet train 'CRH' dan kereta lain terlihat jelas dari window kamar. Selanjutnya kalau mau ke Binhai Airport bisa naik shuttle bus yang stand by sekitar 50 meter dekat hotel dengan biaya 10 Yuan. Sangat strategis dan bisa menekan cost …


INTERNET dan KOMUNIKASI di BEIJING


Beberapa hotel menyediakan sarana Wifi atau terminal komputer untuk internet. Namun untuk akses ke Google, Twitter dan Facebook jalannya harus muter-muter dulu kalau langsung akses ke addressnya nggak bisa.

Sedangkan untuk berkomunikasi voice / sms lewat hp dengan kartu yang dibawa dari Indonesia hanya operator tertentu saja yang bisa. Bertelepon lewat public telephone biasanya pake kartu tapi berapa harga nominal minimum untuk hubungan international saya kurang tahu pasti. Kalau mau telepon ke tanah air saya pernah coba pake wartel tidak resmi namun jangan asal pake nanti harganya di ketok mahal.

Socket listrik, diChina memakai socket khusus yaitu berkaki tiga (2 pin pipih miring dan 1 bulat). Namun jangan kuatir biasanya di banyak tempat socketnya sudah kombinasi antara socket China dan socket biasa (2 pin bulat).

Public toilet, fasilitas toilet di tempat umum seperti obyek wisata, stasiun kereta / bus dan mall di Beijing terlihat sudah baik (fasilitas & kebersihannya) tanpa bayar. Dari sekian banyak tempat yang kupergunakan, hanya ada 3 kasus yang aku jumpai kurang bersih hal ini lebih disebabkan oleh pemakainya yang kurang disiplin. Aku sarankan bawalah tissue gulung atau tissue basah bila bepergian karena tissue sangat kurang disediakan. Khusus untuk BAB memang tidak tersedia saluran air pembasuhnya atau gayung seperti yang biasa dipakai di Indonesia.



copyright© by RUSDI ZULKARNAIN
email : 
alsatopass@gmail.com

Tidak ada komentar: