BERAMAL LEWAT TULISAN

Rabu, 24 Agustus 2011

PUASA di KOTA NGALAM

Masjid Abdullah Permata Jingga Malang


PUASA DI BULAN RAMADHAN

Cuaca menjelang Bulan Ramadhan selalu menyesuaikan dengan namanya, saat ini yang terasa adalah suasana ‘Hawa Puasa’. Kata ‘Ramadhan’ berarti pembakaran, bagi orang beriman selalu mengisi bulan istimewa ini dengan segala amalan sholihan. Karena diistimewakan Allah, bulan ini disebut juga Bulan Suci Ramadhan yakni bulan yang paling dimuliakan.

Perintah puasa di Bulan Ramadhan tidak hanya untuk menahan lapar dahaga namun lebih dari itu, menahan perbuatan yang dilarang Allah mengendalikan hawa nafsu, penglihatan, pendengaran, lisan dan hati. Dengan kata lain kita berpuasa indera dari segala macam perbuatan maksiat. Apabila semua itu dapat dijalankan dengan mulus, tentu saja pahala yang didapat untuk membakar habis segala keburukan.

Allah menjadikan satu-satunya bulan yang paling dimuliakan dan diistimewakan hanyalah Bulan Ramadhan. Allah berjanji akan memberi Rakhmat, Maghfirah dan Itkum minnaar bagi setiap Muslim yang menjalankan perintahNya. Obral pahala dari Allah SWT ini hanya ada setahun sekali oleh karena itu kesempatan ini jangan disia-siakan. Bulan ini adalah bulan untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya dengan memohon keridhoan dari Allah SWT. untuk mencapai puncaknya yakni derajat taqwa. Pelatihan di kawah chandra dimuka sebulan penuh ini akan menjadi modal utama untuk mengisi kehidupan yang lebih baik untuk sebelas bulan berikutnya.

Pada Bulan Ramadhan khususnya di daerah tropis biasanya cukup panas, sebut saja di sekitar Timur Tengah khususnya Arab Saudi bisa mencapai 45°C. Walaupun demikian sejak berabad-abad lalu suasana tersebut selalu disambut dengan suka cita oleh ummat Muslim di seluruh dunia. Agak berbeda dengan berpuasa di Kota Malang rasanya sangat nyaman, walau terik matahari menusuk ke bumi, hawa sejuk Malang tetap bisa memberi kenyamanan orang berpuasa. Beruntunglah bagi mereka yang tinggal di Malang ...

Serba serbi berpuasa di Kota Malang berikut cuplikannya.
Marhaban ya Syahru Ramadhan

 

PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN PUASA
 
Luapan suka cita dari anak-anak maupun orang tua dalam menyambut datangnya Bulan Puasa sangat menonjol. Masjid dan Mushala ramai-ramai dibersihkan dan dibereskan, dipersiapkan untuk melayani jamaah shalat Tarawih. Begitu juga rumah tinggal masing-masing dibuat lebih rapi dan lebih bersih, termasuk perangkat shalat seperti sajadah, mukena dan songkok semua dicuci atau beli yang baru demi sempurnanya beribadah di Bulan Puasa.

Sehari menjelang puasa mereka saling bermaaf-maafan baik langsung bertemu, lewat telepon atau sms-an. Mereka ingin semua bersih ketika memasuki saat puasa, karena bagi mereka yang masih berselisih dalam Bulan Puasa maka segala ibadahnya tidak akan diterima Allah SWT.

Gerakan bersih-bersih di Bulan Suci Ramadhan tidak saja rohaninya yang dibersihkan tapi demikian juga jasmaninya. Mandi yang bersih dan keramas biasa dilakukan dalam memasuki Bulan Ramadhan.

Untuk memenuhi kebutuhan buka puasa dan sahur, para ibu rumah tangga pagi-pagi bergegas belanja ke pasar membeli segala kebutuhan yang diperlukan. Para bapak menempel jadwal berbuka (imsakiyah) agar waktu-waktu shalat tetap terjaga. Begitu juga di masjid-masjid sudah disiapkan jadwal imam, pemberi takjil dan daftar penceramah untuk Shalat Tarawih. Panitia khusus untuk ini sengaja dibentuk agar semua kegiatan beribadah berjalan lancar.




BULAN PENUH BERKAH

Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan tidak saja memberi keuntungan bagi ummat Muslim yang akan diguyur pahala dari Allah SWT, non Muslimpun akan mendapatkan keuntungan berupa materi hasil bisnisnya. Omset penjualan apapun di Bulan Puasa dipastikan naik berlipat ganda baik bisnis barang maupun jasa. Namanya saja bulan penuh berkah Allah senantiasa menebarkan barokahnya kepada siapa saja yang mau berusaha.

Penuhi masjid-masjid untuk shalat dan berdzikir kepada Allah selama sebulan penuh. Dalam sepuluh hari pertama ada rahmat dari Allah, sepuluh hari kedua ada maghfirah dan sepuluh hari ketiga ada itkum minnaar dari Allah SWT. Biasanya pada sepuluh hari pertama masjid penuh, sepuluh hari kedua mal yang penuh, sepuluh hari ketiga terminal dan bandara yang penuh dan sepuluh hari yang keempat pegadaian yang penuh. Hheeee.


SHALAT TARAWIH

Shalat Tarawih malam pertama di setiap masjid dan mushala selalu dipenuhi jamaah laki dan perempuan. Mereka berbondong-bondong mendatangi masjid terdekat melaksanakan Shalat Isya, Shalat Tarawih dan Shalat Witir berjamaah.

Ibadah setahun sekali ini disamping memohon keridhoan Allah, biasanya masjid menjadi tempat bersilaturahmi dengan teman atau tetangga yang jarang ketemu.

Shalat Tarawih dan Witir dilaksanakan ada yang jumlahnya 11 rakaat dan ada yang 23 rakaat, silakan dipilih. Yang penting semua itu harus dilakukan dengan khusuk dan tumaninah. Sebelum atau sesudah Shalat Tarawih biasanya ada ceramah dari para Ustadz lebih kurang 15 menit. Selesai Tarawih, bagi jamaah yang hendak melanjutkan tadarusan Al Qur’an mereka tetap tinggal di Masjid.

Untuk menyemarakan malam-malam di Bulan Puasa masih ada saja masyarakat yang membakar petasan atau kembang api. Suara dentuman petasan dan kembang api yang saling bersautan bisa kita saksikan di beberapa kampung.


SAAT BERBUKA dan SAHUR

Setelah menahan makan minum dan mengendalikan hawa nafsu hampir 14 jam mulai dari Shubuh sampai Maghrib, setelah itu mereka berbuka. Cara berbuka yang baik seperti dicontohkan Rasulullah SAW yakni membatalkan dengan memakan 3 butir kurma dan minum air putih. Mengikuti teladan Rasul kalau ada bukalah dengan makan kurma atau makanan yang manis-manis dan hindari minuman dingin yang ber es.

Bagi mereka yang berbuka di Masjid dan Mushala, mamin untuk membatalkan puasa sudah tersedia disitu yang disebut ‘Takjil’. Setelah berbuka membatalkan puasa dilanjutkan dengan Shalat Magrib berjamaah, kemudian pulang ke rumah masing-masing untuk melanjutkan makan minum bersama keluarga, karena setelah itu harus Shalat Tarawih. Makan minum hendaknya sekedarnya saja agar perut tidak penuh makanan dan memudahkan gerakan Shalat.

Makanan dan minuman ‘mamin’ untuk berbuka, para ibu di rumah sering mengolahnya sendiri, disamping itu ‘makanan jadi’ banyak dijual di berbagai jalan Kota Malang. Sebut saja di sepanjang Jalan Soekarno Hatta ‘SoeHat’, di kiri kanan jalan ini dipenuhi orang berjualan mamin untuk berbuka.





Para penjual datang dari kalangan mahasiswa dan masyarakat. Mereka berjualan dengan tenda, ada yang dengan mobil dan ada juga yang berdiri sambil memegang dagangannya. Mamin yang dijual banyak variasinya aneka sayur, daging olahan, aneka camilan, aneka kue basah, aneka es dan aneka kolak semua tumpah ruah disitu. Mereka menggelar dagangannya mulai pukul 3 sore sampai selesai Maghrib. Selain menjual mamin, ada juga yang menjual jasa penukaran uang kertas ribuan, lima ribuan dan sepuluh ribuan. Kegiatan usaha untuk kebutuhan berbuka ini membuat lalu lintas di jalan SoeHat cukup padat sehingga menimbulkan kemacetan.

Di bagian lain kota Malang ada juga di Jalan Sulfat yang menjual mamin untuk buka puasa. Namun di jalan ini tidak begitu lebar seperti Jalan SoeHat yang dua jalur lebih lebar. Lokasi lainnya adalah di Jalan Sarangan dan di Jalan A. Yani dekat Kemirahan sampai ke utara. Baik di Jalan SoeHat dan di beberapa tempat di Kota Malang adakalanya ada pemberian takjil gratis. Banyak pengendara sepeda motor atau mobil memanfaatkan kesempatan ini mengambil takjil untuk membatalkan puasanya.



Undangan Buber atau buka bersama sering dilakukan oleh para teman, organisasi dan kantor. Skala buber digelar mulai skala kecil sampai skala besar, teman sekolah, rekan kerja atau komunitas lainnya. Buber biasa dilakukan di rumah atau di tempat favorit mereka. Kalau sudah asyik buber ketemu temen-temen, tertawa, cerita ngalor ngidul adakalanya lupa sampai isya. Biasanya tarawihnya lewat tuh ...

Untuk memenuhi kebutuhan makan dan minuman untuk buka atau sahur, banyak warung dan restoran yang siap melayani untuk buka atau sahur. Kalau di Malang jangan kuatirlah banyak tersedia disini ...

Melewati tengah malam terdengar suara ajakan sahur dari speaker atau anak-anak yang berkeliling kampung memukul kentongan. Sahur ... Sahur ... Khusus pada sepuluh hari terakhir di Bulan Suci Ramadhan tampak masjid-masjid didatangi jamaah untuk ber-I’tikaf. I’tikaf berarti berdiam diri di masjid melakukan renungan hidup selama ini, berdoa, baca Al Qur’an dan ber-dzikir kepada Allah SWT. Hal ini umumnya dilakukan mulai tengah malam sampai Shubuh pada tanggal-tanggal ganjil Ramadhan. Janji Allah untuk hambanya yang mendapatkan Lailatul Qadar akan diganjar sama dengan kebaikan selama 1000 bulan atau 83 tahun lebih. InsnyaAlllah kita semua berharap mendapatkannya, amin.


TOLERANSI DI BULAN RAMADHAN

Untuk menghormati orang yang berpuasa pada umumnya warung dan restoran tidak terang-terangan buka, kalaupun buka biasanya diberi tirai penutup sehingga tidak kelihatan langsung dari luar.

Begitu juga dengan teman-teman sebangsa bukan Muslim, mereka mempunyai toleransi yang tinggi menghormati teman Muslim yang berpuasa. Misalnya bilang ‘Maaf ya saya nggak puasa’ atau ‘Permisi saya mau merokok’ atau mencari tempat yang agak tersembunyi agar tidak terlihat langsung.

Berbagai tempat hiburan pada Bulan Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya ‘dilarang’ untuk buka. Tempat-tempat tersebut antara lain pub, bar, karaoke, cafe, diskotik dan panti pijat.

Kantor-kantor instansi pemerintah dan swasta mempunyai aturan masuk dan pulang yang berbeda dengan hari-hari biasa. Misalnya masuk kantor mundur 30 menit dan pulang lebih awal 1 jam dari biasanya.


BELANJA KEBUTUHAN UNTUK LEBARAN

Sudah merupakan tradisi di berbagai daerah di Indonesia, setiap menjelang hari raya Idul Fitri mereka membeli sesuatu yang baru, dari masyarakat bawah, menengah dan atas. Barang yang dibeli sesuai dengan kemampuan mereka, misalnya saja kalau di kalangan orang biasa cukup membeli aneka kue dan pakaian. Namun bagi mereka yang berduit bisa saja membeli mobil baru menjelang lebaran. Semua hal itu sah-sah aja nggak masalah asal tidak berlebihan, akan lebih baik dilakukan setelah kita mengeluarkan semua kewajiban untuk membayar zakat mal, fitrah dan banyak menyantuni fakir miskin, kaum dhuafa dan anak yatim.

Toko, pasar dan mal selalu dipenuhi pengunjung siang dan malam untuk mencari kebutuhan selama Bulan Puasa sampai menjelang lebaran.


KESIBUKAN LAIN MENJELANG IDUL FITRI


Setelah hampir sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, saatnya menyambut hari kemenangan yang suci dan fitri ‘Idul Fitri’ 1 Syawal. Sudah tradisi masyarakat untuk membuat kue dan membeli kebutuhan lebaran, ada juga yang sibuk persiapan pulang kampung ke daerahnya masing-masing. Mereka sudah memesan jauh-jauh hari tiket Kereta Api ‘KA’, pesawat atau bus malam supaya kebagian. Stasiun KA, terminal bus dan airport mulai sesak dipenuhi calon penumpang yang mau mudik. Kebetulan aja para mahasiswa di Bulan Puasa ini libur panjang kecuali mahasiswa baru yang sedang ospek. Hal itu agak mengurangi sesaknya kota menjelang lebaran.


MALAM TAKBIRAN dan SHALAT IED

Malam takbiran yakni malam menjelang Idul Fitri, berarti malam itu Shalat Tarawih sudah tidak ada lagi. Setelah berbuka puasa terakhir dan Shalat Maghrib berjamaah di masjid, para jamaah mengumandangkan takbir.

Selain di masjid-masjid, takbiran juga dilakukan keliling kampung sambil membunyikan alat-alat tabuhan menyemarakan datangnya hari kemenangan. Bunyi petasan dan kembang api juga tak luput dilakukan warga. Idul Fitri 1 Syawal 1432 H kali ini ada perbedaan pelaksanaan yakni ada yang tanggal 30 Agustus 2011 ada juga keesokan harinya 31 Agustus 2011. Nikmati dan hargai perbedaan ini menjadi Rakhmat.

Persiapan untuk Shalat Idul Fitri esok hari sudah mulai dilakukan selepas Maghrib. Shalat Idul Fitri biasa dilaksanakan di lapangan terbuka untuk syiar Islam meraih kemenangan.


Semoga kita semua bisa dipertemukan Allah dengan Bulan Ramadhan berikutnya, amin.


copyright© by RUSDI ZULKARNAIN
email : alsatopass@gmail.com














Tidak ada komentar: