BERAMAL LEWAT TULISAN

Rabu, 02 November 2011

KE KL LAGI ... KE KL LAGI ... APA NGGAK BOSEN ?

CINTA SATU MALAM DI KL




PRA TRAVELING

Delapan bulan sabar menunggu akhirnya dia datang juga. Itulah penantianku yang panjang untuk sekedar terbang murah ke Macau. Satu kesabaran yang membawa kenikmatan.

Waktu yang panjang aku sempetin buat nabung dan menyiapkan item-item perjalanan ke Macau dan Hong Kong ‘HK’. Alhamdulillah saat ini persiapannya udah oke 95%, kekurangannya tinggal beli map dan beli octopus card di HK. Berarti semuanya sempurna ... (Andra the backbone).

Sebulan menjelang berangkat coba booking guesthouse di Macau via internet (tanpa deposit) alhamdulillah dapat murah hanya MOP 120 (145 ribu). Aku isi form reservasi via internet, tidak lama kemudian jawaban oke dari guesthouse masuk ke emailku lengkap dengan nomor bookingnya. Persiapan utama lainnya adalah uang Ringgit Malaysia ‘RM’ dan Dollar Hong Kong ‘HKD’ itu juga sudah aku siapin.
Semua persiapan menurutku sudah semakin perfect.

SEBELUM TERBANG ke KL

Aku hanya membawa barang minimalis, 1 back pack yang isinya tidak lebih dari 7Kg sesuai ketentuan Air Asia ‘AA’ dan 1 hand bag. Jaketpun aku nggak bawa karena laporan cuaca di Macau dan HK oktober ini masih summer (23 – 27°C). Perjalanan pulang nanti  dari Macau – KL dan KL - SUB aku telah beli bagasi 20 Kg, siapa tau ada barang yang cocok untuk dibawa ke tanah air. Otomatis bag pack-ku nanti akan punya anak baru.

Waktu booking tiket yang lalu tanpa ambil ‘pick seat’ alasannya karena pergi sendiri. Seat dialokasikan dari AA ketika aku check in lewat web seminggu sebelum hari ‘H’, boarding pass-pun sudah aku print.

Awal pagi travel menjemputku menuju Airport Juanda Surabaya (ongkosnya 60 ribu). Sebelum masuk ke dalam Bandara aku coba ngobrol dengan para ‘Pahlawan Devisa’ yang akan berangkat ke HK dengan Cathay Pacific. Ngobrol juga dengan kenalan baru yang akan berangkat ke London untuk kerja. Aku diberi alamat dan dipersilakan mampir ke tempatnya kalau ke Inggris. Tambah siip dech sudah ada jembatan baru menuju Inggris.

Waktunya masuk ke dalam untuk bayar Airport tax international 150 ribu (Airport Tax di banyak negara include harga tiket, sedangkan di Indonesia terpisah). Pembayaran Airport tax harus antri di counter check in kemudian diberi kartu imigrasi.

Mulai 21 September 2011 counter sudah nggak ngurusin check in lagi, kalau tetap ingin check in di counter biayanya 30 ribu. Counter check in saat ini hanya mengurusi baggage drop dan verifikasi dokumen perjalanan. Ada perubahan lagi dari AA khusus penerbangan internasional mulai 22 Desember 2011 biaya check konvensional dihapuskan, syukur dech ...

Setelah semua urusan selesai, jangan lupa santap sarapan dari isteri tersayang yang udah susah payah nyiapin bekal itu sejak sebelum shubuh.

It's time to fly … tepat tanggal 23 Oktober 2011 pukul 08.50 WIB pesawat AA AK553 dari Juanda Surabaya melesat terbang ke Kuala Lumpur ‘KL’


SENGSARAKU adalah NIKMATKU

Hasil hunting tiket murah waktu yang lalu telah membawa hasil. Pembelian tiket aku bayar lewat cicilan credit card (karena jumlahnya nggak banyak) dan berusaha nabung selama menunggu keberangkatan.  Setelah semua usaha dilalui ‘It’s time to fly’ sengsaraku adalah nikmatku.

Hanya dengan uang 1 juta rupiah aku bisa terbang pergi pulang dari Surabaya (SUB)-Kuala Lumpur (KL) –Macau (MFM), itu sudah termasuk bagasi 20Kg, Airport Tax dan Fee-fee lainnya. Alhamdulillah Allah telah memudahkan segala urusanku.

Untuk ngisi waktu aku sering bertanya tentang Macau dan Hong Kong kepada ‘mbah google’. Ternyata tulisan tentang negeri itu banyak sekali, aku tinggal memilih, merangkum dan mencetaknya menjadi buku mini sebagai panduan. Sebetulnya kalau mau instan aku bisa aja beli buku traveling yang banyak tersedia di book store. Mencari cari referensi kisah perjalanan ada nilai positifnya karena terpaksa aku harus banyak baca, secara tidak langsung aku telah melaksanakan budaya baca.


NYOBA NGGAK PAKE DETAIL ITINERARY

Kadang males buat itinerary, stil yakin aja yang penting tiket pesawat pp udah ada, tau rate hotel murah, ya udah jalan aja… misalnya kalau budgetnya cuma 200ribu per hari apa boleh buat di-pas-pas-in aja, namanya juga pengen sering traveling sedangkan budgetnya terbatas. Perjalananku jangan disamakan dengan perjalanan kalangan ‘The Have’ atau ‘Selebriti’ pasti aku nggak kuat dan nggak level.

Itinerary yang ketat adakalanya bikin tambah ribet dan kaku, semua harus tergantung pada itinerary. Kalau sudah terbiasa jalan buatlah itinerary yang simple atau global aja sehingga perjalanan kita lebih enjoy.


CINTA SATU MALAM DI KL

Dalam penerbangan dari Surabaya ke KL aku duduk di seat 16C (gang), seat 16B kosong dan seat 16A (window) diisi seorang ibu muda. Beberapa saat setelah pesawat AA melayang dan tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan, kita mulai saling say hello, saling tanya darimana mau kemana dan ngobrol lainnya. Akhirnya aku dapat rejeki 2 bungkus roti pemberiannya dan segera menyimpannya untuk camilan di penginapan.



Berbagai ceritera telah dilalui, tak terasa pesawat akan landing di LCCT sesuai skedul. Turun bersama dari pesawat menuju desk imigrasi, alhamdulillah semua berjalan lancar. Kemudian aku bantu dia sampai semua urusan next flight-nya selesai karena beberapa saat lagi dia akan terbang ke Haneda Jepang pakai AA juga. Alasan bantu dia karena next flight-nya agak mepet dan dia belum pernah ke LCCT. Oke urusan beres semua aku antar dia sampai ke pintu masuk menuju imigrasi.

Kini giliranku beli tiket Aerobus yang ada dekat pintu keluar LCCT. Disitu berjejer kios yang menjual tiket bus, taksi dan hotel, aku beli tiket Aerobus pp 14 RM menuju KL Sentral (Aerobus one way 8 RM dan Sky bus AA 9 RM).

Tiba di KL Sentral berjalan sedikit keluar untuk menginap di ‘Central Lodge’ sebagai traveler Guest House ‘GH’ di Jl. Tun Sambanthan, Brickfields, KL.

GH ini ada di lantai 4, menuju kesana harus naik tangga sampai lantai pertama kemudian disambung dengan lift sampai lantai 3. Untuk masuk ke GH ini harus tekan tombol dan bicara kalau mau stay disitu, ‘Sila masuk’ petugas GH menjawab lewat airphone. Kita nggak bisa langsung masuk karena pintu terali besinya dikunci elektronik, bukanya harus pake access card atau dibuka remote olehnya.

Dapat kamar single 35 RM dengan fasilitas fan, single bed, kamar mandi sharing, dispenser, dapur bersama dan ada strika. Kalau mau ngenet tersedia Wifi tapi harus bayar kecuali nginep minimal 3 hari ngenet gratis. Aku minta access card untuk bebas keluar masuk pintu terali hotel, maka harus deposit 10 RM.

Setelah istirahat sejenak dan mandi coba eksplore KL lebih dalam, kali ini naik komuter dari KL Sentral ke Terminal Bersepadu Bandar Tasik Selatan(TBSBTS), bayarnya Cuma 1 RM. Nunggu komuter agak lama, jadwalnya molor dan pas datang komuter penuh sesak, kesempatan pertama aku nggak berhasil naik jadi harus tunggu komuternya berikutnya.

Komuter melewati beberapa steysen dan akhirnya tiba di TBBTS. Wah, satu lagi kemajuan ditunjukan negeri jiran ini, sebuah terminal bus terpadu yang dibuat seperti pelayanan di airport. Semua moda transposrtasi terintegrasi disini antara bus, LRT, ERL, Monorail  dan komuter. Layar monitor raksasa memberi informasi kedatangan dan keberangkatan setiap bus, konter-konter untuk beli tiket berjejer rapi dan dilayani komputerized. Ini mal apa terminal ?  2 jempol aku berikan atas kemudahan yang diberikan Pemerintah Malaysia untuk rakyat dan tamunya.



Setelah muter-muter melihat berbagai fasilitas yang ada, aku ingin makan siang di salah satu kedai pujasera di lantai 4, coba pilih nasi goreng seafood 5 RM dan sebotol air mineral 500 ml 1,5 RM. Ada yang beda di food court ini kita bisa bayar tunai atau beli kartu prepaid dulu untuk transaksinya. Setelah puas mengelilingi TBBTS saatnya menuju  steysen Plasa Rakyat dengan LRT. Ke steysen Plasa Rakyat maksudku mau lihat hasil renovasi Terminal Puduraya. Wah wah renovasinya sudah selesai, sekarang tambah modern dan bersih tidak seperti sebelumnya. Ingat jadwal LRT mulai pagi sampai pukul 23.30 lho

TERMINAL PUDURAYA
MASJID JAMEK
Dari Puduraya aku menyusuri jalan sampai Masjid Jamek kemudian ke Dataran Merdeka melihat suasana malam disana. Berjalan di depan bangunan kuno Dataran Merdeka sangat leluasa karena jalan yang biasanya sibuk arus lalu lintasnya ini ditutup setiap hari minggu. Sempat menonton pertandingan sepak bola klub Eropa di layar lebar lapangan Dataran Merdeka. Di dekat situ biasanya menjadi tempat mangkalnya anak muda KL untuk sekedar duduk-duduk atau melakukan adu balap motor liar.



Kembali ke GH dengan LRT melalui steysen Masjid Jamek menuju KL Sentral. Sebelum masuk GH mampir ke 7 Eleven beli mie cup instan harga 2 RM dan 2.90 RM. Menjelang tidur pasang alarm hp untuk bangun pukul 02.45 pagi.

KE KL LAGI … KE KL LAGI … APA NGGAK BOSEN ? Itulah kalau berurusan dengan AA mau nggak mau harus ke KL karena base utamanya ada disana.

Bangun sebelum shubuh siap-siap berangkat ke LCCT dengan Aerobus melalui KL Sentral (naik dari pelataran lantai 1). Bus meninggalkan KL Sentral pukul 03.55  dan tiba di LCCT pukul 5 an, langsung masuk ke imigrasi dan verifikasi dokumen di desk khusus dekat ruang tunggu pemberangkatan. Tunaikan shalat shubuh di mushala departure hall dan tepat pukul 06.30 pesawat AA AK50 meninggalkan LCCT menuju MFM Macau.


copyright© by RUSDI ZULKARNAIN
email : 
alsatopass@gmail.com

Tidak ada komentar: