BERAMAL LEWAT TULISAN

Minggu, 01 November 2015

BUKIT JAMUR di BUNGAH @GRASS SEEK (GRESIK-JATIM)


Bukan Jawa Timur namanya kalau tidak menyimpan segudang potensi wisata dan kuliner yang menggiurkan.

Jangan gara-gara alasan sibuk tidak punya waktu, banyak orang melewatkan begitu saja waktunya. Tidak sempat menikmati segala panorama indah meski berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Anda sudah tau apa itu Bukit Jamur dan di mana lokasinya ? Penasaran ingin mengetahuinya, ayo kita telusuri keberadaannya.


LOKASI BUKIT JAMUR

Bukit Jamur lokasinya ada di Desa Bungah Kabupaten Gresik – Jawa Timur. Kalau dari Malang ke lokasi ini jaraknya kurang lebih 125 Km, melalui tol dan pantura. Kalau dari Surabaya tentu lebih dekat lagi, kira-kira hanya 25 Km saja.

Lebih tepatnya lagi, dari Gresik lewat pantura, setelah menyebrangi jembatan yang cukup panjang di atas sungai besar dekat Sembayat. Dari situ ada pertigaan antara jalan raya dari Gresik – Bungah Dukun – ke Paciran. Sampai di sini ada dua pilihan, ingin belok kiri ke Bungah Dukun (masuk dari Proyek Perumahan Pondok Bungah Indah) atau pilihan kedua, lurus saja dan berhenti di muka Tiga Putra Sport Center.



Kebetulan aku anak bangsa yang tinggal di Malang, jadi ke Bukit Jamur hanya memerlukan waktu 3 jam saja. Naik bus dari Terminal Arjosari (Malang) ke Terminal Bus Purabaya Bungurasih (Surabaya), perlu waktu 2 jam an, ongkosnya 15K. Setelah itu ambil bus dalam kota Damri P8 AC jurusan Terminal Osowilangun, 35 menit, ongkosnya 7K. Dan yang terakhir ambil minibus sejenis Elf/Colt yang sudah nggak mulus lagi bentuknya, 40 menit, 12K. Jadi dari Malang ke Bukit Jamur perlu ongkos angkutan umum 34K dan waktunya 3 jam lebih ditambah lama ngetemnya.



Dari dua jalan masuk menuju Bukit Jamur, keduanya tidak ada kendaraan umum. Pilihannya hanya jalan kaki, pakai sepeda motor atau mobil. Sebetulnya obyek ini berada di dalam proyek perumahan yang masih diratakan lahannya. Jalan aksesnya semua berbatu kapur. Di musim kemarau ini, tentu berdebu dan panasnya luar biasa menyengat.


Masuk dari kedua jalan raya Bungah Dukun atau Jalan arah Paciran Lamongan, jaraknya relatif sama, yakni 1 Kilometer. Karena lokasinya berada di dalam proyek perumahan, Bukit Jamur hanya dibuka untuk umum pada hari minggu saja. Kalau hari biasa tidak boleh untuk umum, kecuali diijinkan masuk oleh petugas proyek.

Karena aku pakai Elf dari Osowilangun ke Sembayat lewat Bungah Dukun, jadi aku turun di mulut jalan masuk proyek perumahan. Dari situ jalan kaki di tengah terik panas matahari dan jalan berdebu. Untung saja aku bertanya pada bapak tua yang sedang melintas di situ. Dia bilang, “Ke Bukit Jamur jangan memutar jalannya, memotong jalan aja lewat sini tidak jauh”. Benar saja, aku ikuti sarannya ternyata memang lebih dekat.

Harusnya aku bayar tiket masuk 3K. Namun aku bukan lewat jalan yang biasanya dilewati pengunjung, jadi gratis.



ASAL USUL BUKIT JAMUR

Bentuknya yang unik mirip jamur raksasa. Kalau aku amati, itu bekas galian batu kapur yang tidak dihabisi semuanya. Memang di sebagian besar daerah Gresik banyak batu kapur dan pantas saja Semen Gresik sejak lama berdiri di situ.




Karena galiannya tidak dihabisi, muncul gundukan menyerupai bukit-bukit mini. Mengapa bisa berbentuk seperti jamur ? Bagian atas gundukan permukaannya lebih keras dibandingkan lapisan di bawahnya. Kedua lapisan tersebut bertahun-tahun kena terpaan hujan dan angin di tempat terbuka itu. Dan yang kalah hanya lapisan bawahnya saja, sedangkan lapisan atasnya tetap seperti itu. Maka jadilah lukisan alam yang ada sekarang ini, BUKIT JAMUR.

Aku tidak bisa bercerita banyak di sini. Tapi, silakan datang sendiri nikmati keindahan dan keunikannya. Buktikan, di sini seperti bukan berada di Gresik. Serius ...


Kalau mau ke sini, aku sarankan di bawah pukul 8 pagi atau menjelang senja sore hari. Itu semua semata-mata untuk menghindari panasnya terik matahari. Di lokasi ini sama sekali tidak ada tempat berlindung. Untuk wanita ada baiknya bawa payung.





Pengunjungnya tidak begitu banyak. Sekali datang sekitar lima orang saja tapi datang dan pergi. Aku angkat topi pada penjaga sepeda motor di area tersebut. Mas Supri, tidak mau menarik jasa parkir di situ, meski dia menjaga motor-motor pengunjung dan menutupinya dengan bekas banner agar sepeda motor tidak kepanasan. Katanya, “Saya tidak mau minta Pak, tapi kalau diberi saya akan terima.”


Untuk lebih mengenalnya, aku memakai jasanya buat mengantarkanku sampai jalan raya. Mas Supri, sehari-hari sebagai penjaga proyek dan menyambi menjaga motor-motor pengunjung di hari libur. Aku selipkan 15K padanya, kami pun sama-sama mengucapkan terima kasih.


Karena obyeknya hanya Bukit Jamur, aku cepat kembali ke Malang. Ambil angkot berwarna biru sampai Pasar Tradisional Gresik 6K dan sambung angkot abu-abu jurusan Gresik – Pasar Turi, turun di Terminal Osowilangun 6K. Kemudian seperti ketika berangkat pakai Bus Damri P8 AC sampai ke Terminal Bungurasih 7K, lalu ke Malang pakai bus ekonomi AC 15K. Akhirnya kutiba di rumah menjelang Maghrib.



    Copyright© by RUSDI ZULKARNAIN 
email  : alsatopass@gmail.com

Tidak ada komentar: