BERAMAL LEWAT TULISAN

Rabu, 11 November 2015

BATU MALANG


Setidaknya ada empat jalan utama menuju Kawasan Batu, dari arah Pujon, Dinoyo Kota Malang, Karang Ploso dan dari Cangar.

Setiap hari sabtu dan minggu tiba, apalagi kalau ada libur bersama atau liburan sekolah, lalu lintas dari ke-empat jalan tersebut selalu padat. Semua berbondong-bondong menuju ke satu titik yaitu ke Batu.

Karena kawasan Batu berkembang sangat pesat tapi tidak diimbangi dengan penambahan akses jalan baru, akibatnya kemacetan ada di mana-mana.  

Sebenarnya ada apa saja di Batu ? Mengapa yang 'lebih dikenal nama Apel Malang, bukan Apel Batu ?' Ayo kita lihat lebih dekat keberadaannya.



TIDAK SEDINGIN DULU

Kalau orang menyebut Malang, yang terbesit di pikiran kita adalah ‘dingin dan apel-nya’. Memang sedari dulu banyak orang tahu nama Malang, dan penasaran ingin mengunjunginya.



Kalau sudah ke Malang, daerah mana lagi yang akan dituju ? Tidak lain adalah Batu. Malang dan Batu seakan tidak bisa dipisahkan satu sama lain, bahkan sudah menjadi satu paket. Iya benar, kedua kota ini berbatasan langsung dan jaraknya dari dua titik pusat kota cuma 15 km saja. Itulah Malang dan Batu, dua kotamadya yang masing-masing dipimpin oleh seorang Walikota.



Dulu, ke Batu tidak ada yang berani kalau tidak pakai jaket karena hawa dinginnya yang menusuk. Tapi sekarang sungguh berbeda, hawanya tidak sedingin dulu. Penyebabnya adalah banyak bangunan baru seperti perumahan, hotel atau tempat wisata baru dengan berbagai keunggulannya. Batu sekarang ini, boleh dikatakan hanya memiliki hawa dingin yang ‘tersisa’.


BEGINI CARA KE BATU

Banyak cara menuju Batu. Bagi yang tempat tinggalnya jauh di luar Propinsi Jawa Timur, bisa pakai pesawat. Turunnya di Surabaya atau di Malang. Bisa juga pakai Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) atau pakai kereta api. Pada umumnya kalau ke Batu, harus lewat Malang dulu. Berikut detail transportasinya :




Dari Bandara Juanda Surabaya, pakai taksi bandara langsung menuju Batu, mungkin perlu biaya 350 ribuan. Atau pakai Bus Damri ke Terminal Bus Bungurasih ‘Purabaya’ (20 K), lalu sambung bus ekonomi (15 K) or bus Patas (25 K) ke Terminal Arjosari Malang. Dari situ bisa sambung lagi pakai taxi atau angkot ke Batu. Dari bandara juga bisa pakai travel langsung menuju Malang (90 K).

Dari Bandara Abdul Rahman Saleh Malang, pakai taksi bandara langsung menuju Batu, biayanya sekitar 100 ribuan.

Bus Malam dari berbagai kota, juga ada. Semuanya langsung menuju Malang, seperti Bali / Lombok, Jakarta, Jawa Barat atau Jawa Tengah.

Kereta Api dari berbagai kota, seperti KA Bima (Malang – Jakarta), KA Jayabaya (Malang – Jakarta), KA Malioboro (Malang – Jogyakarta), KA Malabar (Bandung - Malang), KA Gajayana (Jakarta – Malang), KA Penataran (Surabaya, Blitar, Kediri) dan KA Tawang Alun (Malang – Banyuwangi).


DIMANA NGINEPNYA OM ?

Sebagai kota tujuan wisata, Batu mempunyai banyak akomodasi untuk tinggal sementara lengkap dengan aneka kulinernya.

Homestay menjamur di mana-mana. Hampir semuanya berada di perkampungan warga yang tertata keberadaannya. Guest House, villa dan hotel melati sampai berbintang pun tersedia di sini.



Bagi yang senang homestay murah meriah, ada di dekat BNS ‘Batu Night Spectacular’. Taripnya bervariasi mulai 100 ribuan hingga 250 ribu, tergantung fasilitasnya.


Yang senang stay di hotel, Batu memiliki berjenis kelas hotel mulai 100 ribuan hingga 1 juta rupiah. Dan villa, satu rumah besar lengkap dengan perabotnya (seperti rumah sendiri), taripnya sekitar sejutaan. Yang ini cocok untuk rombongan, jadi kalau berbagi bisa lebih murah biayanya.



Ada juga jenis akomodasi yang unik, seperti Omah Kayu. Penginapan ini terbuat dari kayu yang berada di pinggir jurang dan menempel di batang pepohonan. Lokasinya ada di kawasan Paralayang, Gunung Banyak. Dan yang satu lagi Pohon Inn http://pohoninnhotel.com/, di Jalan Hayam Wuruk, Oro Oro Ombo.

Tempat tinggal sementara di Kota Malang yang paling rekomendit adalah di Homestay yang kami miliki. Harganya murah (400K) / night, lokasi sangat strategis, kamarnya 3 buah, perabot lengkap. Dari homestay ini ke Kota Wisata Batu jaraknya sekitar 8 km saja. Sebuah rumah semuanya bisa anda nikmati bila kunci sudah di genggaman anda. Bookingnya sangat mudah, email aja ke : alsatopass@gmail.com



ADA APA AJA OM ?

Kalau di Jawa sih suasananya seperti di Dieng Jawa tengah atau di Puncak dekat Cipanas Jawa Barat. Yang berbeda di Batu, adalah banyak area wisata yang memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing :

a.    Jatim Park 1, http://www.jawatimurpark.com/ 
       seperti kawasan Ancol tapi skalanya jauh lebih kecil.

b.    BNS, Batu Night Spectacular 

c.     Jatim Park 2, Secret Zoo dan Museum Satwa

d.    Museum Angkut 

e.   Kusuma Agrowisata, hotel dan kawasan petik apel strawberry. Tanaman buah apel semuanya hanya ada di wilayah Batu bukan di Kota Malang. Meski di Kabupaten Malang juga banyak tanamannya. Tetapi yang dapat nama hanya 'Apel Malang'.
f.  Eco Green Park, memiliki beberapa zona seperti zona world parrots, zona duck kingdom, zona jungle adventure, zona walking bird, zona music plaza, zona insectariums, zona rumah terbalik, zona animal farm.

g.    Paralayang dan omah kayu.

h.    Kaliwatu Rafting di Bumiaji.

i.     Alun-Alun.

j.     Songgoriti

k.    Selecta dan Cangar, pemandian dan air panas.

l.     Air terjun, Coban Talun, Coban Putri, Coban Rais dan Coban Rondo.


KULINER OBAT LAPAR

Tidak lengkap rasanya kalau berwisata ke Batu tanpa menikmati kulinerannya. Jika ada waktu, dana dan kuat makan minum, ayo jelajahi semuanya. Lokasi aneka kuliner ada di depan Alun-Alun pada pagi hari atau hari libur sabtu minggu, Pos Ketan, Rumah Sosis, Ria Jenaka, Omah Kitir Café, Jambuluwuk, Waroeng Lesehan Pring Pethuk, Waroeng Bambu Lesehan Sidomulyo, Warung Wareg, Sate Hotplet, Sate Kelinci, Jungle Fast Food Resto, Daerah Payung, Warung Sidik, Rumah Makan Mesir, Susu KUD Batu / Pujon dan Bakwan Mentawai.
Kalau masih kurang, silakan turun ke Malang. Di sana lebih lengkap pilihannya. Macam-macam bakso dan pecel adalah kuliner ikonnya Kota Malang. Termasuk oleh-olehnya juga bisa dibeli di Batu atau di Malang Kota. Minuman Sari Apel, aneka kripik buah, kripik tempe dan buah apel Malang (asal Batu).


Sebenarnya, masih ada segudang lagi 'Spot Wisata Batu' yang bisa dijelajahi dan dinikmati keseruannya. Makanya, ayo datang kemari lagi jelajahi yang masih tersisa di wilayah ini.



     Copyright© by RUSDI ZULKARNAIN 

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Subhanallah, Pak Rusdi teruslah menulis dan menikmati alam semesta Allah SWT...