BERAMAL LEWAT TULISAN

Rabu, 12 September 2012

FAMILY BACKPACKING



Anda sering dengar hobby menjelajah dunia dengan membawa tas punggung, itulah backpacking. Pelakunya disebut Backpacker.
Solo backpacking (traveling sendirian) sudah biasa, tapi kalau Family BackPacking 'FBP' itu baru luar biasa ….
Inilah yang kami lakukan sejak anakku balita sampai dia dewasa. Traveling bersama keluarga,  anak  dan  orangtua. FBP, mengapa tidak ?


MEMBAWA KEBAHAGIAAN DARI DALAM RUMAH KE LUAR RUMAH

Kebahagiaan rumah tangga bersama anak isteri (keluarga) prosentase terbesar ada di dalam rumah, sebagian lagi bisa ada di mana-mana. Untuk mengetahui rasa bahagia dan kekompakan di dalam rumah apakah masih ada atau sudah berubah, bisa kita uji lewat FBP.


Langkah ini bisa berhasil atau malah cenderung amburadul hanya karena tidak ada kesepahaman diantara anggota keluarga di TKP. FBP sangat berbeda dibanding solo backpacking, karena urusan FBP lebih kompleks pelaksanaannya.

Namun kalau sudah ada bibit-bibit hobby yang sama yakni traveling, itu sudah cukup sebagai modal utama untuk direalisasikan. Kalau FBP sukses dilakukan, bukan tidak mungkin rasa bahagia dalam satu keluarga semakin tebal, semakin kompak dan akan menumbuhkan kecintaan baru.


FBP YANG MURAH TAPI MAHAL

Apa yang dimaksud murah tapi mahal ? itu adalah istilahku sendiri yang menggambarkan backpacking itu biasanya murah. Walaupun begitu, itu akan menjadi mahal karena anak dan isteri semua aku yang menanggung. Nggak pa pa, itu sudah resiko jadi kepala keluarga. Oleh sebab itu sebelum melakukan backpacking, anak isteri selalu aku ingatkan untuk menabung. Hasil tabungan nanti dikumpulkan menjadi satu untuk keperluan FBP. Dengan cara begini paling tidak mereka sudah punya uang saku sendiri-sendiri tanpa merepotkan leader ketika traveling. Kok anak isteri bisa nabung ? Isteriku suka dimintai orang bikin ini dan bikin itu, sedangkan anakku sejak SMP sudah jualan pulsa elektrik, jual beli HP dan jual susu sapi murni literan by order. Mengharukan ... ga pa pa, itu ilmu yang tidak ada sekolahnya.

  
PERAN SERTA ANGGOTA KELUARGA YANG MEMBAWA SUKSES


Sebelum melakukan FBP aku sering menyelipkan tips backpacking dalam pembicaraan sehari-hari di rumah. Nanti kamu tugasnya ini dan kamu tugasnya itu. Nanti kamu siapkan ini dan itu. Biasanya jauh-jauh hari sudah aku siapkan sebuah list yang harus mereka ketahui. Dan pembagian tugas apa-apa yang harus dibawa sudah aku tentukan, sehingga aku nggak mau tau kalau ada yang kurang. Bisa aku sentil karena aku yang bayari mereka … 'Mau ikut atau tidak ?'.  kataku.

Di TKP pelaksanaan tugas sudah otomatis berjalan dengan sendirinya. Isteri tugasnya melayani semuanya, layaknya melayani ketika di rumah. Sedangkan anak membantu ini dan itu untuk meringankan tugas orang tua. Dan aku sebagai leader hanya memberi arahan dan pengambil keputusan. Alhamdulillah semua berjalan baik dan bisa menikmati FBP.


PRE, IN dan POST FBP

Traveling bersama keluarga perlu persiapan yang matang, seperti hal-hal berikut di bawah ini :
  • Memilih dan menentukan waktu yang tepat untuk FBP.
  • Menitipkan rumah kepada orang yang dipercaya
  • Menyelesaikan segala macam kewajiban, misalnya membayar listrik, air, kartu kredit atau lainnya  jangan sampai terlambat agar tidak kena denda. 

Pernah terjadi ketika kami beberapa hari lagi harus berangkat traveling tapi malah anakku diopname di rumah sakit. Kalau begitu pilhannya hanya satu, berangkat atau batal. Berangkat ada resikonya dan batal juga ada resikonya. Kalau segala urusan dipastikan bisa diatasi, silakan berangkat. Tapi kalau setelah dipertimbangkan banyak mudharatnya, ya ditunda atau sekalian dibatalkan.

Oleh karena itu Pre FBP sangat penting. Masing-masing anggota keluarga harus punya kewajiban mempersiapkan segala sesuatunya. Menabung, siapkan barang bawaan dan menjaga kesehatan.

Masih dalam Pre FBP, hal lain adalah sebagai leader menghindari booking-booking berbayar atau membayar segala sesuatu sebelum traveling (hotel, paket tour dll). Karena biasanya kalau batal berangkat, semuanya itu bisa hangus. 

In FBP, seperti yang aku singgung di awal tadi. Ada hal yang penting disamping kerja sama team, yaitu membekali masing-masing anggota dengan paspor, uang, HP dan alamat tempat tinggal yang informatif (seperti kartu nama hotel dll). Misalkan saja ada salah satu anggota yang kecopetan, anggota yang lain masih punya uang. Kalau semuanya dipegang oleh satu orang, itu sangat berisiko. Sebab kalau hilang bisa bablas semuanya. Prinsipnya jangan menaruh telur dalam satu keranjang. Kalau keranjang satu-satunya itu jatuh, telur bisa pecah semua. Selanjutnya membuat catatan selama perjalanan, cost keluar, segala macam kejadian, obyek-obyek wisata dan dokumentasi foto atau video.

Begitu juga apabila ketika salah satu anggota terpisah dengan kita. Kalau masing-masing tidak bawa paspor, uang, HP dan alamat hotel, itu sangat berisiko.

Ketika backpacking silakan saja shoping asal ada uang lebih. Karena prinsip kami, ini adalah traveling mencari pengetahuan baru bukan shoping. Hhee …

Post FBP, adalah paska melakukan traveling. Masing-masing anggota menyiapkan segala sesuatu for back to home. Kemudian sesampainya di rumah menyimpan dengan baik segala macam peralatan untuk dipakai traveling berikutnya. Menyimpan semua dokumentasi traveling baik catatan, foto maupun video sebagai bahan pembuatan traveling blog untuk dishare kepada publik.     


KEUNTUNGAN FBP

Manfaat yang sangat penting adalah menumbuhkan rasa cinta baru antar anggota keluarga dan membina kekompakan keluarga.

Saling bahu membahu semasa traveling akan menumbuhkan rasa toleransi, tidak mungkin membiarkan anggota keluarga kita sendiri ketika ada masalah. Selain itu biaya yang dikeluarkan lebih hemat karena kamar hotel bisa sharing, makan bisa sharing (masak sendiri) dan taksi bisa beramai-ramai.

Manfaat yang tak terhingga adalah wawasan bertambah dengan hadirnya ilmu-ilmu baru selama perjalanan.



NIKMATI dan SYUKURI.  SELAMAT MENCOBA


Copyright© by RUSDI ZULKARNAIN 
email  : alsatopass@gmail.com     

4 komentar:

Arip Pudin Hidayat mengatakan...

enak ya jadi anak bapa. kayaknya seru berpetualang dengan keluargaku, saya orang tuaku gak suka dan gak pernah jalan bareng. tidak ada rekreasi atau liburan, tapi melihat kebersamaan bapak yang seperti akrab dengan anaknya menginspirasi sekali. semoga nanti saya juga bisa kaya bapak jalan2 bareng keluarga. tulisanya juga bagus. heheh beda kalo dosen mah. keren pa.

Arip Pudin Hidayat mengatakan...

wahkkk kayaknya seru banget pa. pengen banget dehk. nanti kalo punya keluarga pengen kaya gini, jalan2 bareng ke luar negri. heheheh

Anonim mengatakan...

keren banget...pengen nyoba FBP, selama ini baru SBP...semoga bisa

Sony mengatakan...

wah... seruu... mau nyoba juga,informasi yang sangat berguna, salut dengan semangatnya pak...